Ini tulisan, dibuat beberapa tahun laloe.
Udh ga ingat tahun berapa, males juga ngecek di laptop...
Udh lama lah pokoke nya
Ini nih,
Dibaca denga seksama yah :D
bismillah...
assalamu’alaikum wr wb
dimalam penuh bintang, didepan to-chi yang ku bentang.
Aku adalah manusia paling beruntung didunia. yang lahir dirahim seorang ibu terhebat sejagat raya. Agak lebai sih... tapi, emang seperti itulah adanya .
Ibu, malam ini bukanlah malam “hari ibu”
Bukan pula malam ulangtahunmu...
Juga bukan malam minggu :p
Disudut ruang tamu ini, dirumah kita, aku berusaha menghidupkan lepi yang (mungkin) udah lebih dr 10hr tdk aku nyalakan. Dengan penuh perjuangan aku mencari cokan yang cukup panjang untuk bisa memasang charger tochi, dan alhamdulillah aku berhasil, sehingga aku bisa menulis ini , bu...
#gagal fokus
Paraghraf diatas hanyalah suatu intermedzo sadja... agar pembaca ga keburu terharu dengan apa yang aku tuliskan nanti... hahaha PD amat gw yah :D siapin tisu dlu gih sah :p
Ibu... terimaksih atas segala cinta dan kasih sayang mu. Terimakasih atas segala limpahan perhatian tulus yang ibu berikan. Terimakasih atas kesabaran dan pengorbanan mu selama ini.. terimaksih untuk segala hal bu... sungguh, ucapan terimaksih ini tak akan sedikitpun dapat membalas semua jasa-jasamu.
Seorang lelaki sedang thawaf dengan menggendong ibunya, maka laki-laki itu bertanya kepada Rasulullah SAW , “Apakah dengan ini saya telah melaksanakan kewajiban saya kepadanya?”, Rasulullah SAW menjawab , “Tidak! Tidak sebanding dengan satu kali hentakan (saat melahirkan)!”. (HR.Al-Bazzar).
Sahabat... mari kita renungkan, bahkan dengan menggendong ibu dalam keadaan thawaf sekalipun kita takkan pernah mampu membalas jasa-jasanya. Tak kan ada budi yang dapat membalas cinta dan kasih seorang ibu. Dan jangan pernah berharap untuk dapat menandingi besarnya jasa ibu. Karena jasa-jasa ibu itu tidak akan pernah tertandingi.
Dimalam ini, sungguh menyayat perih hati ini ketika teringat bahwa masih ada sebagian teman-teman yang (mungkin) orang tuanya terkhusus ibunya telah tiada. Bahwa senyuman ibu tak dapat lagi terlihat didepan mata, saat dimana tak ada lagi belayan lembut dan bisikan nasihat indah yang terdengar ditelinga. Bagaimana mungkin aku sanggup yaa rabii... sungguh tak mampu aku bayangkan ketika hal itu terjadi padaku, hamba-Mu yang masih belum siap dalam keadaan seperti itu. Aku masih sangat membutuhkan mu, bu.
Allah ,,, jaga ibuku.. sayangi ia.. belai lembut dan dekapi segala do’anya. Ia telah merawatku dari kecil hingga besar ini dengan cintanya, menuntunku untuk mengenal-Mu, mendo’akan aku sehingga memberikan aku nama “Istiqamah” dengan penuh harap bahwa aku akan senantiasa istiqamah dalam menegakkan AgamaMu Yaa Rabb. Selamatkan ia dunia dan akhirat Yaa Allah . Beri aku kekuatan untuk senantiasa berbakti kepada ibu. Beri aku waktu yang cukup untuk bisa membahagiakannya demi ridho-Mu.
Sungguh, tadinya aku bingung untuk mengawali tulisan ku ini (apalagi mengakhirinya -__-“) Teramat banyak kebaikan-kebaikan mu bu yang tak bisa aku sebutkan satu persatu dalam tulisan ini bu. Cukuplah Allah, Rasul dan orang-orang beriman yang melihat semua ini bu.
Aku mencintai ibu, dan aku juga tau bahwa ibu sangat menyayangi aku .
Semoga Allah tidak hanya mengumpulkan kita di dunia yang fana ini bu, dunia yang sementara dan persingahan ini saja, tapi mengumpulkan kita bersama seluruh keluarga kita hingga ke Syurga Firdaus-Nya. Berkumpul bersama Rasulullah, istri, keluarga,sahabat2nya serta cita2 teringgi untuk berjumpa dan melihat wajah-Mu Yaa Rabbi. Allahuma AAMIIN
Friday, 16 October 2015
Tulisan tempoe doeloe
sah... aku pengen men-share tulisanku yang (ternyata) pernah aku tulis beberapa tahun lalu,tepatnya tahun 2012. (udah lama jugaa yaaah) -_-"
setelah aku baca ulang tulisanku itu, aku jadi ingat. tulisan itu aku buat saat lagi galau-galaunya... (cieee)
saat dimana (mungkin) aku (belum) sepenuhnya menggantungkan segala urusan ku pada-Nya (emang sekarang udh? muhasabah!!!) Aku rasa saat itu aku masih banyak mengharapkan pujian dari makhluk , merasa senang hati ketika puji itu terlontar dari teman, astaghfirullah... saat itu aku (mungkin) belum faham bahwa penilaian tertinggi hanyalah penilaian Allah. sehingga ketika harapan yang diinginkan belum tercapai, dan segala keinginaan belum sesuai dengan yang diharapkan, maka datanglah kegalauan yang engga tau mau diceritakan kesiapa, sehingga lepi (baca:laptop) menjadi sebuah pelampiasan kegalauan. maapin aku yaa tochi (nama lepi aku) 'afwan lepi... :D
Saat itu...masih banyak keluhku dan tidak adanya ketenangan dalam diri. biasa la... saat itu masih tahun 2 kuliah. masih labiiill~ asiikk.... emang skarang udah ga labih? entahlah :D
Awalnya agak gmn gt juga baca tulisan sendiri, tapi setelah dipikir lagi, tak apa kali ya di share dsni...
sah... kalian jangan bingung ya baca tulisan ini, cukup aku sahaja yang merasakan kebingunan ini saat itu :)
begini nih tulisannya...
(beberapa kalimat ada yang aku skip, karena ga layak tuk dibaca... :p )
teng tereng...terenngg....
(...)
Allah... Aku lelah...
Bantu aku tuk bangkit dari tidur panjang ketidak beresan proposal yang telah aku utarakan kepadaMu.
Aku terlalu pantas mendapatkan semua ini ya Allah.
Bahu ini tak begitu kuat menopang ujian dari Mu.
Yaa Rabbi...
Dan hati ini juga tak kokoh saat banyak kesedihan yang bertubi-tubi aku dapati.
ALLAH ... Aku hutuh Engkau wahai Pencipta,,,
Cinta kasih Mu yang hanya mampu membuat aku bisa bertahan hingga memaksakan untuk kuat seperti ini.
Rahmat dan kasih dari Mu yang membuatku kini tak memperdulikan hal-hal yang merendahkan penilaian orang tentangku.
Aku Cinta Engkau yaaa ALLAH..
Aku sayang Engkau Yaa Rabbi...
Dekaplah hati ini dan kokohkan yaa Allah...
Jadikan tiap goresan sejarah hidup ini sebagai batu loncatan dan sentruman energi SEMANGAT yang memancarkan dengan tegangan USAHA yang maksimal.
Dan semoga jiwa ini menjadi jiwa perindu surga hingga akhir menutup mata. Aaamiin
(...)
singkat emang, karena beberapa paragraf sudah aku skip...
dari tulisan itu, benang merah yang dapat aku tarik untuk kualitas hidup yang lebih baik adalah ... segala kepenatan tak kan pernah akan terasa jika niat dan segala kerja hanya untuk Allah semata.
"Jika kau cita adalah kesuksesan, maka teladani sikap hidup orang-orang sukses. Jika yang kau inginkan adalah kemuliaan, maka ikutilah cara hidup orang-orang yang nasibnya dimuliakan Tuhan."
(Ahmad Rifa'i Rif,an)
"Yaa Allah, mudahkan lah aku dalam berusaha, karena memudahkan setiap yang sukar merupakan sesuatu kemudahan bagi-Mu. Aku mohon kemudahan dan keselamatan di dunia dan akhirat."
(HR.Thabrani)
Sekian, dan terimakasih yaa sah udah berkenan tuk membaca tulisan ini :)
setelah aku baca ulang tulisanku itu, aku jadi ingat. tulisan itu aku buat saat lagi galau-galaunya... (cieee)
saat dimana (mungkin) aku (belum) sepenuhnya menggantungkan segala urusan ku pada-Nya (emang sekarang udh? muhasabah!!!) Aku rasa saat itu aku masih banyak mengharapkan pujian dari makhluk , merasa senang hati ketika puji itu terlontar dari teman, astaghfirullah... saat itu aku (mungkin) belum faham bahwa penilaian tertinggi hanyalah penilaian Allah. sehingga ketika harapan yang diinginkan belum tercapai, dan segala keinginaan belum sesuai dengan yang diharapkan, maka datanglah kegalauan yang engga tau mau diceritakan kesiapa, sehingga lepi (baca:laptop) menjadi sebuah pelampiasan kegalauan. maapin aku yaa tochi (nama lepi aku) 'afwan lepi... :D
Saat itu...masih banyak keluhku dan tidak adanya ketenangan dalam diri. biasa la... saat itu masih tahun 2 kuliah. masih labiiill~ asiikk.... emang skarang udah ga labih? entahlah :D
Awalnya agak gmn gt juga baca tulisan sendiri, tapi setelah dipikir lagi, tak apa kali ya di share dsni...
sah... kalian jangan bingung ya baca tulisan ini, cukup aku sahaja yang merasakan kebingunan ini saat itu :)
begini nih tulisannya...
(beberapa kalimat ada yang aku skip, karena ga layak tuk dibaca... :p )
teng tereng...terenngg....
(...)
Allah... Aku lelah...
Bantu aku tuk bangkit dari tidur panjang ketidak beresan proposal yang telah aku utarakan kepadaMu.
Aku terlalu pantas mendapatkan semua ini ya Allah.
Bahu ini tak begitu kuat menopang ujian dari Mu.
Yaa Rabbi...
Dan hati ini juga tak kokoh saat banyak kesedihan yang bertubi-tubi aku dapati.
ALLAH ... Aku hutuh Engkau wahai Pencipta,,,
Cinta kasih Mu yang hanya mampu membuat aku bisa bertahan hingga memaksakan untuk kuat seperti ini.
Rahmat dan kasih dari Mu yang membuatku kini tak memperdulikan hal-hal yang merendahkan penilaian orang tentangku.
Aku Cinta Engkau yaaa ALLAH..
Aku sayang Engkau Yaa Rabbi...
Dekaplah hati ini dan kokohkan yaa Allah...
Jadikan tiap goresan sejarah hidup ini sebagai batu loncatan dan sentruman energi SEMANGAT yang memancarkan dengan tegangan USAHA yang maksimal.
Dan semoga jiwa ini menjadi jiwa perindu surga hingga akhir menutup mata. Aaamiin
(...)
singkat emang, karena beberapa paragraf sudah aku skip...
dari tulisan itu, benang merah yang dapat aku tarik untuk kualitas hidup yang lebih baik adalah ... segala kepenatan tak kan pernah akan terasa jika niat dan segala kerja hanya untuk Allah semata.
"Jika kau cita adalah kesuksesan, maka teladani sikap hidup orang-orang sukses. Jika yang kau inginkan adalah kemuliaan, maka ikutilah cara hidup orang-orang yang nasibnya dimuliakan Tuhan."
(Ahmad Rifa'i Rif,an)
"Yaa Allah, mudahkan lah aku dalam berusaha, karena memudahkan setiap yang sukar merupakan sesuatu kemudahan bagi-Mu. Aku mohon kemudahan dan keselamatan di dunia dan akhirat."
(HR.Thabrani)
Sekian, dan terimakasih yaa sah udah berkenan tuk membaca tulisan ini :)
Monday, 28 September 2015
Maju itu kedepan
Tak jarang jetika kita dihadapkan dengan suatu masalah, kita akan menghindar dari masalah itu. Entah karena rasa takut yang telah menggerogotijiwa raga kita atau hanya karena malas dan tak ingin mengetahui bahwa nantinya kenyataan tak sama dengan apa yang kita harapkan. Berangsur2 kita mundur secara tak teratur. Secara sadar,maupun tidak. Berbagai macam halangan yang kita jadikan alasan sehingga akhirnya masalah yang seharusnya kita selesaikan namun tak kunjung usai. bahkan masalah yg satu belum terselesaikan malah jadi mengundang masalah-nasalah lainnya.
Hal ini bukan sekali dua kali kita alami, sering terjadi berulang kali dalam perjalanan hidup kita selama ini. Masalah yang hadir dari diri kita sendiri, maupun dari orang lain. Masalah yang ada dari diri kita sendiri itu yang acap kali menjadi penghalang kemajuan dan kesuksesan kita. Jangankan masalah kita dengan orang lain akan terselesaikan, masalah kita dengan diri kita saja masih menjadi penyebab kelambatan proses upgrade diri untuk menjadi insan yang jauh lebih baik.
Terkadang kita masih dihantui rasa takut,minder,malas,malu terhadap makhluk. Sehingga tujuan yang hendak kita capai menjadi terhambat dengan adanya masalah2 yang sebenarnya harus kita taklukkan.
Bisa kah kita sangkut pautkan hal ini dengan derajaat tingginya iman seseorang.? Bukankah orang yang beriman akan merasa takut hanya kepada Allah saja? Lantas, apa yang mesti kita takutkan lagi ?
Wahai diri, yang (katanya) orientasi kehidupannya hanya untuk beribadah pada - Nya. Berhentilah untuk mengeluh, menyerah dan merasa tak berdaya. Allah itu Maha Besar. Tak kan pernah memberi masalah diluar batas kemampuan hambanya. Allah hanya ingin melihat perjuangan dan kegigihan dalam proses menghadapi masalah itu. Allah menguji kita, siapa diantara kita yang paling kuat imannya, dan siapa diantara kita yang paling bertakwa.
So sah, hadapi masalah dengan menghadapinya. Maju itu kedepan. Ada kebahagiaan tersendiri yang mampu dirasakan setiap insan jika ia berhasil menyelesaikan masalahnya secara cantik (tentunya dengan pertolongan Allah).
Hadapi,hayati,nikmati.
Kerahkan segala potensi diri,
Jangan jadi manusi rata2, berprestasilah!
Kerahkan segala potensi diri,
Jangan jadi manusi rata2, berprestasilah!
Sertakan Allah disetiap aktivitas kita.
Salam semangat!
Allahu Akbar
Salam semangat!
Allahu Akbar
Thursday, 7 May 2015
love u coz Allah
Bismillah...
Sist n bro… kali ini aku akan
menceritakan sosok lelaki yang jaraknya hanya 3 tahun dengan ku. Tinggal dengan
aku lebih dari 20 tahun di atap rumah yang sama. Kalau berbicara tentang dunia
pendidikan, kami Pernah berada di satu sekolah dasar yang sama , yaitu SDN 002
Tanjungpinang kota yang lokasinya tepat disamping masjid raya Al-hikmah. Setelah
Sekolah Dasar itu, aku tak pernah berada disatu sekolah yang sama lagi dengan
nya. Setelah tamat SD ia melanjutkan sekolahnya ke MTsN dan MAN .setelah itu, ia mengikuti beberapa
kali test masuk TNI AL yang sangat ia ingin kan namun Allah berkehendak lain
dan tidak meluluskanya. Percayalah bahwa itu yang terbaik untuk mu abgku…
Setelah itu, dengan usulan beberapa pihak akhirnya ia memutuskan untuk
melanjutkan sekolahnya dengan memilih
jurusan pendidikan agama islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Tanjungpinang pada
tahun 2008. Beliau ber-Latar belakang pendidikan Islam. Lelaki itu biasa aku
panggil abang. Bertubuh langsing dan merupakan orang yang paling tinggi di rumahku. Warna kulit juga ga jauh beda sama aku, meski
tak jarang ia dibilang lebih (sedikit) putih dari ku. Lelaki itu bernama
Muhammad saifullah. Abang satu-satunya didunia ini yang aku punya. Berasal dari
ayah dan ibu yang sama. Tapi tak pernah satu orang pun yang bilang kami mirip.
Karena kebanyakan orang bilang beliau (sedikit)mirip ibu (wajahnya) dan aku
(banyak) mirip ayah. Allah Maha Adil Bukan? Okee lanjuuuut,,
Bro n sist pada tau ga dibalik semua
perbedaan2 itu, kami juga punya beberapa kesamaan. Kalau kata ibu kami sama2
keras kepala. Xixixi… Kalo udah kelahi dan berbeda pendapat. Sama-sama gak ada
yang mau mengalah. Haha.. “sama-sama”.
Sebagai seorang adik, beliau adalah
abang yang baik bagi ku. Meski terkadang beliau juga pernah pernah sedikit menjengkelkan
ketika apa yang aku harapkan tak sama dengan yang ia inginkan. Beliau orang
yang penyayang meski tak jarang bikin hati tak senang, dan beliau tipe orang
yang setia (seriusan). Setia bangeeet, kalo orang yang tahu abang ku pasti
setuju dengan yang aku tulis ini. Ok next… berbicara tentang aktivitas yang ia
geluti kini adalah menolong ayah dan ibu membuka toko di pasar. Selain itu juga
punya ternah ayam ditanah belakang rumah yang Alhamdulillah sudah beranak-pinak ayam2nya :D Udah beberapa kali
pemasaran juga, dan sekarang aku ga tau persis berapa jumlah induk,bapak, serta
anak2 ayam yang ia miliki saat ini. Sukses yooo bro, ntar kalo modal nya udah
balik dan sudah ada untung, kita jalan berdua (mumpung kita jomblo n
jomblowati) dan traktir aku makan yaah ^_^. And… Saat ini menjadi seorang entrepreneur sukses (Aamiin) lebih ia
minati ketimbang mendaftar menjadi PN*. Tak sama dengan kebanyakan orang
diluaran sana (aku salah satunya) “mungkin” di kemudian hari, ketika
pendaftaran PN* dibuka maka banyak sekali yang mendaftar. Sebagai adik yang
baik #yihaa~ Awalnya aku sedikit mengomelinya dalam rangka mengingatkan, ngasih saran dan
masukan ke abg tersayang itu karena beliau ga mau ikut daftar, namun seiring
berjalanannya waktu aku mengerti bahwa itu merupakan pilihannya,ia berhak
menentukan, dan ia juga yang akan menjalani itu semua. Aku percaya bahwa ia
telah memutuskan semua itu dengan penuh pertimbangan serta ada Allah juga
menuntun cerita hidupnya. Aku hanya bisa men-support serta berdo’a untuk segala kebaikannya.
Barakallahu fii umurik my lovely
brother. Allays wish the best for u.
Aku, ayah dan ibu tentunya sangat
menyayangi n mencintaimu bang. Berharap kelak bg pul menjadi imam yang baik
untuk istri dan anak2 mu bg J . aku tahu persis bahwa
ayah dan ibu sangat mengharapkan bang pul tuk bisa memenuhi kewajiban lima
waktu berjama’ah dimasjid bang. Lakukan lah itu selalu~ meski berat. Ada
kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan ketika saat adzan bang pul langsung
berwudhu’ dan berangkat ke masjid bersama ayah.
Shalih kan lah dirimu bg, karena
dengan cara itu Allah juga akan men-shalihah-kan seorang wanita untuk mu.
Jadilah laki-laki yang baik hingga
bang pul juga pantas mendapatkan wanita yang baik pula.
Allah tidak memberikan apa yang kita
inginkan, tapi Allah memeberikan apa yang kita butuhkan bg pul.
Dengan
segenap cinta,
Adikmu :)
Monday, 27 April 2015
barakallah bu... disini, aku merinduimu
Assalamu’alaikum wr wb
sahabat, dikesempatan spesial ini aku akan post tenang surat cintaku kepada ibu. hari ini, dipenghujung tanggal 27 april 2015 (tahun masehi). Dari hati yang merindu, lubuk yang terdalam.

Ibu... hari ini, tepat 27 april 2015. Ini berarti bahwa usia
ibu genap 50 tahun kurang setahun. Yah...49 Tahun. “Barakallahu fii umurik ibu”.
Semoga dengan bertambahnya umur ibu, bertambah
pula amal kebaikan ibu. Ibu pernah dengar ga? Bahwasanya orang-orang
diluaran sana banyak yang bilang bu, kalau milad itu pertanda bahwa jatah hidup
kita didunia semakin berkurang. Tapi untuk kali ini, boleh ga ya kalau is tidak
sepakat dengan pernyataan itu. Karena is selalu berharap Allah memberikan ibu umur yang panjang dan Allah izinkan is membersamai ibu dalam waktu yang lama, dipersinggahan ini sebelum dikehidupan yang kekal nanti. Tahu kah ibu bahwa berada disamping ibu selalu itu adalah suatu kesyukuran yang teramat manis rasanya. (lebih manis dari gula dan madu, hehe)
Ibu, tak banyak yang bisa is berikan. Bahkan, ketika is
mampu memberikan sesuatu(pun) tak kan pernah cukup membalas semua yang ibu
berikan ke is. Tak kan pernah mampu is membalasnya bu. 9 bulan ibu mengandung ,
9 bulan itu pula lah isti berada di perut ibu. Ibu membawa kemana pun is pergi.
Bukan tidak berat, is yakin ibu kesusahan, tapi karena cintamu yang besar itu
menghilangkan keletihan yang menyapa. Tidk hanya itu, ibu juga merawat is, membesarkan is, menjaga dan melindungi is. Hingga kini, hampir 22 tahun umur is bu,
tapi is selalu ingin menjadi putri kecil ibu, yang selalu bermanja dengan mu.
Ibu, ibu besarkan is dengan kasih sayang dan segala cinta yang tiada henti.
Allah... terimakasih Engkau telah mengizinkan aku terlahir
dari rahim seorang ibu yang luar biasa.
Allah... terimakasih Engkau telah mempertemukan aku dengan malaikat tak bersayap di dunia ini.
Allah... terimakasih Engkau telah mempertemukan aku dengan malaikat tak bersayap di dunia ini.

Ibu... sudah hampir 4 tahun kita terpisahkan oleh jarak,
karna is kuliah di padang. Meskipun tiap semester is pulang dan menjumpai ibu,
tapi cuma sebentar,ga cukup menggantikan rindu yang telah membuncah berbulan2
itu. Ibu, maafkan karena kesibukan yang mungkin isti jadikan alasan sehingga
jarang menghubungi ibu, tapi sebaliknya, dikesibukan ibu juga , dikeletihan ibu
juga disana yang pergi pagi pan pulang sore dari pasar, menyelesaikan segala
urusan rumah, menyapu, mengepel lantai,
mencuci baju, mencuci piring, memasak belum lagi arisan kampung , arisan rumah, kondangan, dan agenda tak diduga lainnya yang banyak lagi... is yakin sekali ibu
lelah... entah berapa deras keringat yang mengalir dan membasahi baju serta
jilbabmu, tapi... tak pernah ibu jadikan alasan, nyatanya hampir setiap hari
ibu menelefon is, menanyakan kabar, sudah makan atau belum, makan pakai apa dan
sebagainya... hampir setiap hari. Bahkan terkadang hanya karena ibu ingin
mendengar suara is sebelum ibu tidur. ibu bela-belain menelefon yang terkadang tak is angkat karena tidak terdengar karena hp silent, hp is mati, ataupun is sudah tertidur. Ibu... betapa mulia dirimu bu. Semoga
ALLAH memuliakan ibu dan mengangkat derajat ibu disisi-Nya.
Ibu.. maafkan is yang sampai saat ini belum bisa
membahagiakan ibu. Bahkan malah sebaliknya, maafin is karena hanya menyusahkan
ibu. Ibu,,, maafin is karena belum bisa memberikan apa-apa untuk ibu, maafin is
karena belum bisa memberikan apapun untuk ibu. Maafin is kalau selama ini ada
kata yang tak sepatutnya is sampaikan hingga membuat ibu sedih dan lain
sebagainya bu... maaafin is bu. Maafin is bu...
Ibu...
Is janji akan memaksimalkan waktu kedepan ini untuk belajar lebih giat dan cerdas lagi, menghilangkan segala keluh kesah, mencampakkan segala kesukaran yang ada dan mengenyampingkan hal yang tak berguna dan fokus untuk menyelesaikan amanah dari mu ini.
Meski (tidak mudah)...
tapi akan is usahakan bu. Sehingga Atas izin Allah akan is selesaikan kuliah ini bu dengan yang cara dan jalan terbaik menurut-Nya.InsyaAllah setelah selesai, is akan langsung pulang ke Tanjungpinang dan membersamai Ayah dan ibu lagi disana. Kita kumpul lagi ya bu...
Is janji akan memaksimalkan waktu kedepan ini untuk belajar lebih giat dan cerdas lagi, menghilangkan segala keluh kesah, mencampakkan segala kesukaran yang ada dan mengenyampingkan hal yang tak berguna dan fokus untuk menyelesaikan amanah dari mu ini.
Meski (tidak mudah)...
tapi akan is usahakan bu. Sehingga Atas izin Allah akan is selesaikan kuliah ini bu dengan yang cara dan jalan terbaik menurut-Nya.InsyaAllah setelah selesai, is akan langsung pulang ke Tanjungpinang dan membersamai Ayah dan ibu lagi disana. Kita kumpul lagi ya bu...
Ibu... ibu tahu tidak? Ada banyak ibu terbaik didunia ini,
tapi bagi is ibu adalah ibu yang paling terbaik. Ibu, ibu tau tidak? Bahwa ibu
adalah orang yang paling sabar sedunia. isti belum pernah menjumpai orang yang
lebih sabar dari ibu selama is hidup ini. Ibu adalah orang yang pekerja keras,
gigih dan baik hati. Ibu,,, is masih ingat, entah itu liburan semester berapa
saat is mau berangkat kepadang paginya. Kurang dari jam 4 is tebangun, ternyata
ibu sudah lebih dulu bangun dan berada didapur,,,, is ga tau pesis jam berapa
ibu bangun, yang isti tahu bahwa malamnya is lebih dulu tidur dari ibu. Uhm...Apa
ibu tidak tidur karna ingin melihat is lebih lama, atau tidur ibu menjadi tidak
nyenyak karena memikirkan is, entahlah,,, yang pasti, is lihat dengan mata
kepala isbahwa ibu sedang menggoreng udang untuk aku bawa kepadang. Dipagi
buta, disaat raga-raga yang lain masih tertidur dengan lelapnya, yang masih
bercengkrama dengan mimpimya masing-masing. Bukankah itu lebih indah ibu,
tapi... kenapa ibu sudah terbangun dipagi itu? Ibu tahu ga... Saat itu,
sebenarnya kantuk is masih tersisa dimata ini, namun melihat semangat ibu, kantuk
itu menjadi hilang seketika, merasa kan betapa beruntungnya is dilahirkan oleh
seorang ibu yang hebat. Itu salah satu kisah yang tak kan terlupakan . dipagi
jauh sebelum waktu subuh itu.
Pernah juga saat diawal-awal is mau kuliah dipadang , ibu
tak pernah absen utuk tidak meneteskan air mata di pipi mu saat melepaskan is
pergi, di kapal. isti tak tau betapa sedih hati ibu, saat itu mungkin sampai
sekarang karena berpisah dengan anak perempuannya ini. is juga jadi teringat
bahwa saat is bersikeras untuk kuliah diluar kepri dan pengen ke bandung, tapi
ibu tak izinkan is, karena rasa khawatirmu sangat besar terhadap is, sehingga
ibu dengan berkaca-kaca melarang dan dengan berat hati mngizinkan is kuliah
dipadang dengan pertimbangan ada beberapa keluarga dikampung yang bisa melihat
is. is tahu, itu tidak mudah untuk ibu, melepaskan is pergi, bahkan ibu pernah
meminta untuk is tetap kuliah diTanjungpinang dan memilih jurusan apa saja,
meski swasta dan bayarnya mahal tapi ibu hanya ingin is dsana. Tapi isti
sebenarnya juga ga faham kenapa is seberani itu hingga tidakmenuruti apayang
ibu inginkan. Astaghfirullah... Maafin is bu... maafin is bu... maafin is bu...
Banyak lagi kisah dimana is sering menggoreskan luka dan
menambah kesedihan ibu ketika dengan terpaksa ibu menjemput is bersama maetek
untuk pulang padahal saat itu sedang ada perkemahan lomba pramuka tingkat II yang
is ikuti di hutan lindung itu, hanya karena sebelumnyais ga ada izin ke ayah
dan ibu khawatir kalau ayah akan marah, sehingga ditengah kegiatan berlangsung
ibu meminta izin kepada guru pramuka is untuk menjemput dan membawa aku pulang. uhmmm... meski dikemudian hari, pihak sekolah meminta agar ayah datang kesekolah dan menjumpai pihak sekolah, and finally, ayah izinkan is melanjutkan lomba pramuka itu dan berlanjut hingga tingkat nasional di jakarta, hiks,,, tak terlupakan bu. kisah -kisah itu begitu indah untuk dilupakan.
Ada lagi kisah dimana is sampai saat ini belum bisa berdamai dengan diri ini, kalo mengingat kisah dimana ibu menangis hanya karena is mengikuti kegiatan karate yang sebenarnya ayah tak mengizini is, kegiatan karate malam itu (ba'da isya' kalo ga salah). Tahukah ayah,ibu,,, Pada saat malam itu, adalah malam terpenting, bagaimana tidak,,, malam itu adalah malam kenaikan tingkat sabuk, kami diharuskan berjalan dari lapangan smp menuju RRI . bagaimana mungkin is tidak senekat itu, latihan yang is ikuti tiap minggunya, namun pada kenaikan tingkat is tidak mengikuti ceremonimya. itu penting bu (saat itu). tapi sangat disayangkan bahwa pada saat itu is belum begitu paham bahwa meminta izin terlebih dahulu dan menuruti apa yang ibu dan ayah sampaikan adalah hal yang lebih penting dan pada saat itu is belum mengerti urgensi dari birrul walidain. Sehingga karena rasa sayang ayah kepada is yang sangat bgitu besar dan is tidak mngtahuinya pada saat itu. Akhirnya, ketika ayah tahu, ayah memarahi ibu dan memperlakukan ibu dengan keras dan membuat ibu menangis, lagi-lagi itu karena kebandelan is dan kebodohan is saat itu yang tak pernah memikirkan gimana perasaan ibu. Betapa banyak sayatan kesedihan yang telah is goresi dihati ibu, betapa banyak dosa menggunung tinggi yang telah tercatat akan kedhaifan diri is ini bu. Betapa durhakanya is bu...
Kini, is tak peduli betapa menggiurkan keindahan dunia ini menghimbau bu. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana is bisa menjadi hamba Allah yang taat, hingga bisa sepenuhnya berbakti kepada ayah dan ibu. Is sadar betul bahwa ridho orangtua adalah ridho Allah. Is ingin sekali membahagiakan ibu, mengobati luka yang pernah is goreskan dihati ibu, menghilangkan bekasnya hingga tak terlihat lagi oleh mata hati ini. Ingin sekali saat ini is memeluk eret diri ibu,berpangku, bersandar dan bermanja dengan ibu. Rindu dengan genggaman erat ibu. Rindu bercerita tentang segala hal , hingga tak pernah ada sedikitpun yang is tutupi bu. Shalat jama'ah , sahur bareng , berbuka bersama. ah.. semakin diingat, semakin merindu. Tapi apalah daya, jarak memisahkan kita, waktu dekat juga tak pernah menjanjikan kita untuk bisa segera bertemu. Hanya Allah yang Maha Tahu, berpisah dan bertemu karena-Nya adalah suatu keniscayaan yang telah diaturnya. Karena seindah-indah rencana kita, maka lebih indah rencana Allah kan bu,
Ada lagi kisah dimana is sampai saat ini belum bisa berdamai dengan diri ini, kalo mengingat kisah dimana ibu menangis hanya karena is mengikuti kegiatan karate yang sebenarnya ayah tak mengizini is, kegiatan karate malam itu (ba'da isya' kalo ga salah). Tahukah ayah,ibu,,, Pada saat malam itu, adalah malam terpenting, bagaimana tidak,,, malam itu adalah malam kenaikan tingkat sabuk, kami diharuskan berjalan dari lapangan smp menuju RRI . bagaimana mungkin is tidak senekat itu, latihan yang is ikuti tiap minggunya, namun pada kenaikan tingkat is tidak mengikuti ceremonimya. itu penting bu (saat itu). tapi sangat disayangkan bahwa pada saat itu is belum begitu paham bahwa meminta izin terlebih dahulu dan menuruti apa yang ibu dan ayah sampaikan adalah hal yang lebih penting dan pada saat itu is belum mengerti urgensi dari birrul walidain. Sehingga karena rasa sayang ayah kepada is yang sangat bgitu besar dan is tidak mngtahuinya pada saat itu. Akhirnya, ketika ayah tahu, ayah memarahi ibu dan memperlakukan ibu dengan keras dan membuat ibu menangis, lagi-lagi itu karena kebandelan is dan kebodohan is saat itu yang tak pernah memikirkan gimana perasaan ibu. Betapa banyak sayatan kesedihan yang telah is goresi dihati ibu, betapa banyak dosa menggunung tinggi yang telah tercatat akan kedhaifan diri is ini bu. Betapa durhakanya is bu...
Kini, is tak peduli betapa menggiurkan keindahan dunia ini menghimbau bu. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana is bisa menjadi hamba Allah yang taat, hingga bisa sepenuhnya berbakti kepada ayah dan ibu. Is sadar betul bahwa ridho orangtua adalah ridho Allah. Is ingin sekali membahagiakan ibu, mengobati luka yang pernah is goreskan dihati ibu, menghilangkan bekasnya hingga tak terlihat lagi oleh mata hati ini. Ingin sekali saat ini is memeluk eret diri ibu,berpangku, bersandar dan bermanja dengan ibu. Rindu dengan genggaman erat ibu. Rindu bercerita tentang segala hal , hingga tak pernah ada sedikitpun yang is tutupi bu. Shalat jama'ah , sahur bareng , berbuka bersama. ah.. semakin diingat, semakin merindu. Tapi apalah daya, jarak memisahkan kita, waktu dekat juga tak pernah menjanjikan kita untuk bisa segera bertemu. Hanya Allah yang Maha Tahu, berpisah dan bertemu karena-Nya adalah suatu keniscayaan yang telah diaturnya. Karena seindah-indah rencana kita, maka lebih indah rencana Allah kan bu,
Ibu, ditanggal lahir ibu ini, maafin is jika sudah lancang
mengenang tentang kisah kita ini bu. Berharap dengan kisah-kisah itu, is dapat
mengintropeksi diri dan lebih sadar bahwa banyak dosa yang telah is buat dan
belum banyak yang bisa berikan kepada ibu.
Yaa Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Yang Maha Hidup,
Yang berdiri sendiri.
Aku berlindung kepada Rabb manusia .
Aku berlindung dari kekufuran dan kekafiran.
Wahai Engkau Raja Manusia, Sembahan manusia.
Aku memohon ampun kepadaMU,
Aku mengakui dosaku
oleh karena itu, ampunilah aku yaa Allah.
Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau Yaa Allah.
Aku berlindung kepadamu dari godaan syaitan yang terkutuk.
Yaa Allah, Engkau adalah pemberi keselamatan.
Tuhan Semesta Alam Yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Allah,,,
dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan,
panjangkanlah umur ibu, berkahi umurnya.
Yaa Allah, Engkaulah Yang Maha Membolak balikkan hati,
Tetapkan hatinya dalam agama Mu, jagalah Ibu dimanapun ibu berada Yaa Rabb.
Lindungilah ia dari kejahatan makhluk-makhlukMu, dari bisikan syaitan yang biasa tersembunyi, yang membisikkan kejahatan kedalam dada, dari jin dan manusia.
Allah, jagalah ia dengan penjagaan terbaik-Mu.
Selamatkah ibu dari fitnah dajjal, dari siksa kubur dan selamatkanlah ibu dari siksaan api neraka.
Allah,Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan, cabutlah nyawanya dalam keadaaan khusnul khatimah, saat hidayah sudah lengkap ia terima, disaat ibadah terbaiknya.
Allah masukkan ia kesyurga firdaus-Mu.
Allah setelah Engkau izinkan kami berkumpul didunia, maka izinkan pulalah aku berkumpul bersama ibu dan keluarga di syurga firdaus-Mu, menatap wajahMu, berada ditelaga Kautsar dan disuguhi minuman terbaik oleh Rasulullah.
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Yang Maha Hidup,
Yang berdiri sendiri.
Aku berlindung kepada Rabb manusia .
Aku berlindung dari kekufuran dan kekafiran.
Wahai Engkau Raja Manusia, Sembahan manusia.
Aku memohon ampun kepadaMU,
Aku mengakui dosaku
oleh karena itu, ampunilah aku yaa Allah.
Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau Yaa Allah.
Aku berlindung kepadamu dari godaan syaitan yang terkutuk.
Yaa Allah, Engkau adalah pemberi keselamatan.
Tuhan Semesta Alam Yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Allah,,,
dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan,
panjangkanlah umur ibu, berkahi umurnya.
Yaa Allah, Engkaulah Yang Maha Membolak balikkan hati,
Tetapkan hatinya dalam agama Mu, jagalah Ibu dimanapun ibu berada Yaa Rabb.
Lindungilah ia dari kejahatan makhluk-makhlukMu, dari bisikan syaitan yang biasa tersembunyi, yang membisikkan kejahatan kedalam dada, dari jin dan manusia.
Allah, jagalah ia dengan penjagaan terbaik-Mu.
Selamatkah ibu dari fitnah dajjal, dari siksa kubur dan selamatkanlah ibu dari siksaan api neraka.
Allah,Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan, cabutlah nyawanya dalam keadaaan khusnul khatimah, saat hidayah sudah lengkap ia terima, disaat ibadah terbaiknya.
Allah masukkan ia kesyurga firdaus-Mu.
Allah setelah Engkau izinkan kami berkumpul didunia, maka izinkan pulalah aku berkumpul bersama ibu dan keluarga di syurga firdaus-Mu, menatap wajahMu, berada ditelaga Kautsar dan disuguhi minuman terbaik oleh Rasulullah.
Aamiin
Tuesday, 27 January 2015
KISAH ^_^
KISAH (Kajian Islam Setiap Ahad)
25 Januari 2015
Masjid Zulfirdaus
Tanjungpinang, KEPRI
Tazkiyatun Nafs
Assalamu’alaikum wr wb
Sahabat, aku ingin sedikit berbagi atas beberapa poin yang
dipaparkan oleh ust.Dr.Suparman, M.Ed pada saat kajian islam yang Alhamdulillah Allah berikan
kesempatan saya untuk dapat menghadiri kajian tersebut. Suatu kajian islam yang
diselenggarakan oleh pengurus Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia
(JPRMI) Kepulauan Riau. Kajian ini namakan Kajian Islam Setiap Ahad (KISAH)
setiap minggu pagi, 09.00-11.00 WIB di Masjid Zulfirdaus Komplek Bincen Tanjungpinang-KEPRI.
Sahabatku... Salah satu penyakit yang biasa kita alami
adalah penyakit hati/jiwa.penyakit yang hadir karena pembiasaan. Pembiasaan
terhadap kemaksiatan-kemaksiatan yang ada disekitar kita. Terkadang kita tidak
menyadarinya. Sahabat...Sesungguhnya jiwa itu adalah sesuatu yang sangat
penting. Sesuatu yang berhubungan langsung dengan Allah. Sudah semestinya
perhatian kita kepada jiwa sama seperti perhatian kita kepada fisik. Hati kita
menjadi penentu selamat atau tidaknya kita diakhirat kelak.
Seseorang
penuntut ilmu sekaligus rajin membaca Al-qur’an , dihadapkan kepada Allah.
Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan ia
mengakuinya. Allah bertanya “Apa yang telah engkau lakukan didunia?”, ia
menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengamalkannya dan aku membaca Al-qur’an dengan
mengharap ridho-Mu.” Allah berkata kepadanya, “ Engkau berbohong, engkau
mencari ilmu supaya orang menyebut engkau sebagai seorang alim. Dan engkau
membaca Al-qur’an agar orang lain menyebutmu rajin membaca Al-qur’an.” Kemudian
Allah memerintahkan agar amalnya dihitung dipengadilan-Nya. Akhirnya orang itu
dimasukkan ke neraka.
Selanjutnya,
orang kaya dan terkenal dermawan, dihadapkan kepada Allah. Lalu, ditunjukkan
segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan ia mengakuinya. Allah
bertanya “Apa yang telah engkau lakukan di dunia?”, Ia menjawab, “Semua harta
yang aku miliki tidak aku sukai, kecuali aku sedekah karena-Mu”. Lalu Allah
berkata, “Engkau berbohong. Engkau melakukan itu agar orang-orang menyebut
engkau sebagai dermawan dan murah hati.” Kemudian Allah memerintahkan agar
amalnya dihitung dipengadilan-Nya. Akhirnya orang itu dimasukkan ke neraka.
Abu
hurairah ra meriwayatkan, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda,
“Manusia yang pertama di adili pada hari kiamat nanti adalah orang yang mati
dimedan jihad. Orang itu didatangkan dihadapan Allah. Kemudian, ditunjukkan
segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan ia mengakuinya. Allah
bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau lakukan didunia?” Ia menjawab, “Aku
telah berperang membela agama agama-Mu.” Lalu, Allah berkata, “Engkau berbohong.
Engkau berperang agar orang-orang menyebutmu seorang pemberani.” Kemudian,
Allah memerintahkan agar amalnya dihitung dipengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu
dimasukkan ke neraka.
Bahkan, dapat kita katakan bahwa perhatian kita kepada jiwa
harus lebih utama dari pada fisik. Jika nyawa sudah tidak di badan, maka fisik
tidak akan berarti apa-apa lagi. Fisik kita akan hancur, namun apa saja yang
tersimpan dihati kita maka itu akan berarti dihadapan Allah. Maka jika ada
pertanyaan “Apakah yang menjadi penyebab amal ibadah kita tidak diterima Allah
swt ?” jawaban yang paling mendasar adalah karena niat.
Didalam Al-qur’an Allah memberikan janji keberuntungan bagi
mereka yang senantiasa mensucikan dirinya. Kisah ahmad bin hambal, juga dapat
kita jadikan pembelajaran dalam hidup kita. Yang akan ditanyakan oleh Allah
adalah amal shaleh. Sebagaimanapun posisi kita didunia ini, prestasi-prestasi
yang telah kita raih takkan pernah bernilai di sisi Allah jika ada ketidak
ikhlasan dalam melakukannya.
Beberapa poin yang akan membuat kita dapat mensucikan
jiwa,yaitu :
- Terus menerus melakukan qiyamul lail.qiyamul lail merupakan jalannya orang-orang shaleh. Jika ingin menjadi orang yang shaleh, maka rutinkanlah qiyamul lail.Saat qiyamul lail, itu adalah saat-saat yang paling tepat dalam berdo’a atas bagaimana keagungan Allah. Setelah kita melakukan qiyamul lail maka ketenangan jiwa, ketenangan hati akan kita raih. Qiyamul lail adalah cara yang paling tepat dalam meminta kepada Allah untuk mempermudah segala permasalahan-permasalahan yang kita hadapi. Orang-orang shaleh adalah orang yang rutin melakukan qiyamul lail. Qiyamul lail merupakan suatu yang sangat penting, yang sesungguhnya sangat kita butuhkan. Ketika kita melakukan qiyamul lail, maka ada suatu ketenagan tersendiri yang akan kita rasakan. Kesempatan untuk ikhlas itu luar biasa. Qiyamul lail sangat memberi efek yang baik untuk hati kita. Bukan berapa juz yang kita baca saat qiyamul lail yang menjadi parameternya, tapi bagaimana kualitas qiyamul lail itu sendiri. Dalam melakukan qiyamul lail, kita tidak perlu menunggu hafalan qur’an yang banyak. Namun, dalam proses menghafal itu, maka lakukanlah qiyamul lail, bisa jadi dengan qiyamul lail itu sebagai momentum untuk kita mengulang-ulang kembali hafalan kita.
- Tilawah Al-qur’an. Semakin banyak ayat al-qur’an, maka semakin banyak pula pahala yang akan kita peroleh. selanjutnya kita membaca qur’an dan mentadaburi isinya. Tidak hanya untuk sekedar menyetor setoran. Sesuatu yang harus kita fahami adalah, bagaimana menyambungkan al-qur’an dengan hati kita. Jika dibacakan al-qur’an maka hatinya bergetar. Kemudian, tidak hanya sekedar membaca Al-qur’an , tidak pula hanya sekedar mentadaburi terjemahannyanya namun kita juga musti membaca tafsirannya. Tidak hanya mengejar target saja, tapi sejauh mana hati kita bisa menyambung dengan ayat yang kita baca. Saat kita membaca Al-qur’an , lalu membaca terjemahannya dan kemudian hati kita tertaut , maka bacalah ayat tersebut terus menerus, membayangi, merenungi, dan memahami. Bacalah sepuas-puasnya ayat tersebut saat hati kita tersentuh. Tanpa kita sadari,maka air mata kita akan mengalir. Pada saat itulah hati kita terbuka. Hati tersebut adalah hati yang sehat. Jika tersentuh, maka nikmatilah... karena itu adalah nikmat terbesar dari Allah. Umar, dimatanya ada 2 garis, karena setiap malam air matanya mengalir hingga berbekas pada pipinya. Kita susah menangis itu karena kerasnya hati kita. Ada hati yang tidak bisa lembut, karena terlalu banyak dosa. Ketika melihat orang-orang yang bermaksiat tapi hati kita biasa-biasa saja, menganggap itu merupakan hal yang wajar-wajar saja maka waspadalah karena itu pertanda bahwa hati kita sedang bermasalah. Maka, segeralah obati. Berkumpullah dengan orang-orang shaleh dan hal yang terpenting adalah kita mengamalkan isi kandungan Al-qur’an tersebut.
- Berdzikir kepada Allah. Sahabat,,, apa itu zikir ? mengingat Allah atau menyebut nama Allah ? mana yang lebih tinggi maknanya ? Mengingat Allah dengan menyebut nama Allah. Berdzikir merupakan salah satu cara agar senantiasa mengistiqamahkan kita. Dengan berdzikir juga kita akan menghadirkan rasa bahwa Allah senantiasa mengawasi kita, sehingga kita tidak tidak mau berbuat dosa. Ada berbagai macam bentuknya, kita bisa memohon ampun dengan beristighfar, bisa juga dalam bentuk tahlil, harus jelas dalam membacanya, jangan sampai membacanya dengan tidak jelas sehingga maknanya berubah. Bisa juga dalam bentuk takbir, tasbih dan tahmid. Kita bisa berdzikir kapan saja dan dimana saja, kecuali tidak ditempat kotor seperti wc. Semoga kita senantiasa mengamalkannya , karena dengan dzikir ini juga akan menentukan keistiqamahan hati kita. Semoga kita terus menerus mengamalkannya. Zikir juga merupakan bentuk cinta kita terhadap sang Pencipta. Beruntunglah orang-orang yang dzikir merupakan amalan andalannya diakhirat kelak. Maka dari itu, marilah senantiasa kita menjaga hati kita agar tetap bersih, sehat dan suci.
- Mengerjakan shalat Shalat Dhuha. Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mengamalkannya
Sahabatku yang bersih,sehat dan suci hatinya...
Teruslah beristiqamah dalam menghadiri/mengikuti majlis
ilmu.
Semoga Allah memudahkan setiap langkah kaki kita.
Semoga Allah memanggil kita semua dengan kondisi hati yang
sehat, bersih, dan suci
Aamiin :)
Subscribe to:
Comments (Atom)

