Tuesday, 27 January 2015

KISAH ^_^


KISAH (Kajian Islam Setiap Ahad)

25 Januari 2015

Masjid Zulfirdaus

Tanjungpinang, KEPRI

Tazkiyatun Nafs

Assalamu’alaikum wr wb


Sahabat, aku ingin sedikit berbagi atas beberapa poin yang dipaparkan oleh ust.Dr.Suparman, M.Ed pada saat kajian islam yang Alhamdulillah Allah berikan kesempatan saya untuk dapat menghadiri kajian tersebut. Suatu kajian islam yang diselenggarakan oleh pengurus Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kepulauan Riau. Kajian ini namakan Kajian Islam Setiap Ahad (KISAH) setiap minggu pagi, 09.00-11.00 WIB di Masjid Zulfirdaus Komplek Bincen Tanjungpinang-KEPRI.
 
Sahabatku... Salah satu penyakit yang biasa kita alami adalah penyakit hati/jiwa.penyakit yang hadir karena pembiasaan. Pembiasaan terhadap kemaksiatan-kemaksiatan yang ada disekitar kita. Terkadang kita tidak menyadarinya. Sahabat...Sesungguhnya jiwa itu adalah sesuatu yang sangat penting. Sesuatu yang berhubungan langsung dengan Allah. Sudah semestinya perhatian kita kepada jiwa sama seperti perhatian kita kepada fisik. Hati kita menjadi penentu selamat atau tidaknya kita diakhirat kelak. 


Seseorang penuntut ilmu sekaligus rajin membaca Al-qur’an , dihadapkan kepada Allah. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan ia mengakuinya. Allah bertanya “Apa yang telah engkau lakukan didunia?”, ia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengamalkannya dan aku membaca Al-qur’an dengan mengharap ridho-Mu.” Allah berkata kepadanya, “ Engkau berbohong, engkau mencari ilmu supaya orang menyebut engkau sebagai seorang alim. Dan engkau membaca Al-qur’an agar orang lain menyebutmu rajin membaca Al-qur’an.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung dipengadilan-Nya. Akhirnya orang itu dimasukkan ke neraka.


Selanjutnya, orang kaya dan terkenal dermawan, dihadapkan kepada Allah. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan ia mengakuinya. Allah bertanya “Apa yang telah engkau lakukan di dunia?”, Ia menjawab, “Semua harta yang aku miliki tidak aku sukai, kecuali aku sedekah karena-Mu”. Lalu Allah berkata, “Engkau berbohong. Engkau melakukan itu agar orang-orang menyebut engkau sebagai dermawan dan murah hati.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung dipengadilan-Nya. Akhirnya orang itu dimasukkan ke neraka.


Abu hurairah ra meriwayatkan, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Manusia yang pertama di adili pada hari kiamat nanti adalah orang yang mati dimedan jihad. Orang itu didatangkan dihadapan Allah. Kemudian, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan ia mengakuinya. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang telah engkau lakukan didunia?” Ia menjawab, “Aku telah berperang membela agama agama-Mu.” Lalu, Allah berkata, “Engkau berbohong. Engkau berperang agar orang-orang menyebutmu seorang pemberani.” Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung dipengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.



Bahkan, dapat kita katakan bahwa perhatian kita kepada jiwa harus lebih utama dari pada fisik. Jika nyawa sudah tidak di badan, maka fisik tidak akan berarti apa-apa lagi. Fisik kita akan hancur, namun apa saja yang tersimpan dihati kita maka itu akan berarti dihadapan Allah. Maka jika ada pertanyaan “Apakah yang menjadi penyebab amal ibadah kita tidak diterima Allah swt ?” jawaban yang paling mendasar adalah karena niat.



Didalam Al-qur’an Allah memberikan janji keberuntungan bagi mereka yang senantiasa mensucikan dirinya. Kisah ahmad bin hambal, juga dapat kita jadikan pembelajaran dalam hidup kita. Yang akan ditanyakan oleh Allah adalah amal shaleh. Sebagaimanapun posisi kita didunia ini, prestasi-prestasi yang telah kita raih takkan pernah bernilai di sisi Allah jika ada ketidak ikhlasan dalam melakukannya.



Beberapa poin yang akan membuat kita dapat mensucikan jiwa,yaitu :
  • Terus menerus melakukan qiyamul lail.qiyamul lail merupakan jalannya orang-orang shaleh. Jika ingin menjadi orang yang shaleh, maka rutinkanlah qiyamul lail.Saat qiyamul lail, itu adalah saat-saat yang paling tepat dalam berdo’a atas bagaimana keagungan Allah. Setelah kita melakukan qiyamul lail maka ketenangan jiwa, ketenangan hati akan kita raih. Qiyamul lail adalah cara yang paling tepat dalam meminta kepada Allah untuk mempermudah segala permasalahan-permasalahan yang kita hadapi. Orang-orang shaleh adalah orang yang rutin melakukan qiyamul lail. Qiyamul lail merupakan suatu yang sangat penting, yang sesungguhnya sangat kita butuhkan. Ketika kita melakukan qiyamul lail, maka ada suatu ketenagan tersendiri yang akan kita rasakan. Kesempatan untuk ikhlas itu luar biasa. Qiyamul lail sangat memberi efek yang baik untuk hati kita. Bukan berapa juz yang kita baca saat qiyamul lail yang menjadi parameternya, tapi bagaimana kualitas qiyamul lail itu sendiri. Dalam melakukan qiyamul lail, kita tidak perlu menunggu hafalan qur’an yang banyak. Namun, dalam proses menghafal itu, maka lakukanlah qiyamul lail, bisa jadi dengan qiyamul lail itu sebagai momentum untuk kita mengulang-ulang kembali hafalan kita.
  • Tilawah Al-qur’an. Semakin banyak ayat al-qur’an, maka semakin banyak pula pahala yang akan kita peroleh. selanjutnya kita membaca qur’an dan mentadaburi isinya. Tidak hanya untuk sekedar menyetor setoran. Sesuatu yang harus kita fahami adalah, bagaimana menyambungkan al-qur’an dengan hati kita. Jika dibacakan al-qur’an maka hatinya bergetar. Kemudian, tidak hanya sekedar membaca Al-qur’an , tidak pula hanya sekedar mentadaburi terjemahannyanya namun kita juga musti membaca tafsirannya. Tidak hanya mengejar target saja, tapi sejauh mana hati kita bisa menyambung dengan ayat yang kita baca. Saat kita membaca Al-qur’an , lalu membaca terjemahannya dan kemudian hati kita tertaut , maka bacalah ayat tersebut terus menerus, membayangi, merenungi, dan memahami. Bacalah sepuas-puasnya ayat tersebut saat hati kita tersentuh. Tanpa kita sadari,maka air mata kita akan mengalir. Pada saat itulah hati kita terbuka. Hati tersebut adalah hati yang sehat. Jika tersentuh, maka nikmatilah... karena itu adalah nikmat terbesar dari Allah. Umar, dimatanya ada 2 garis, karena setiap malam air matanya mengalir hingga berbekas pada pipinya. Kita susah menangis itu karena kerasnya hati kita. Ada hati yang tidak bisa lembut, karena terlalu banyak dosa. Ketika melihat orang-orang yang bermaksiat tapi hati kita biasa-biasa saja, menganggap itu merupakan hal yang wajar-wajar saja maka waspadalah karena itu pertanda bahwa hati kita sedang bermasalah. Maka, segeralah obati. Berkumpullah dengan orang-orang shaleh dan hal yang terpenting adalah kita mengamalkan isi kandungan Al-qur’an tersebut.
  • Berdzikir kepada Allah. Sahabat,,, apa itu zikir ? mengingat Allah atau menyebut nama Allah ? mana yang lebih tinggi maknanya ? Mengingat Allah dengan menyebut nama Allah. Berdzikir merupakan salah satu cara agar senantiasa mengistiqamahkan kita. Dengan berdzikir juga kita akan menghadirkan rasa bahwa Allah senantiasa mengawasi kita, sehingga kita tidak tidak mau berbuat dosa. Ada berbagai macam bentuknya, kita bisa memohon ampun dengan beristighfar, bisa juga dalam bentuk tahlil, harus jelas dalam membacanya, jangan sampai membacanya dengan tidak jelas sehingga maknanya berubah. Bisa juga dalam bentuk takbir, tasbih dan tahmid. Kita bisa berdzikir kapan saja dan dimana saja, kecuali tidak ditempat kotor seperti wc. Semoga kita senantiasa mengamalkannya , karena dengan dzikir ini juga akan menentukan keistiqamahan hati kita. Semoga kita terus menerus mengamalkannya. Zikir juga merupakan bentuk cinta kita terhadap sang Pencipta. Beruntunglah orang-orang yang dzikir merupakan amalan andalannya diakhirat kelak. Maka dari itu, marilah senantiasa kita menjaga hati kita agar tetap bersih, sehat dan suci.
  • Mengerjakan shalat Shalat Dhuha. Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mengamalkannya


Sahabatku yang bersih,sehat dan suci hatinya...


Teruslah beristiqamah dalam menghadiri/mengikuti majlis ilmu.


Semoga Allah memudahkan setiap langkah kaki kita.


Semoga Allah memanggil kita semua dengan kondisi hati yang sehat, bersih, dan suci


Aamiin :)

No comments:

Post a Comment