setelah aku baca ulang tulisanku itu, aku jadi ingat. tulisan itu aku buat saat lagi galau-galaunya... (cieee)
saat dimana (mungkin) aku (belum) sepenuhnya menggantungkan segala urusan ku pada-Nya (emang sekarang udh? muhasabah!!!) Aku rasa saat itu aku masih banyak mengharapkan pujian dari makhluk , merasa senang hati ketika puji itu terlontar dari teman, astaghfirullah... saat itu aku (mungkin) belum faham bahwa penilaian tertinggi hanyalah penilaian Allah. sehingga ketika harapan yang diinginkan belum tercapai, dan segala keinginaan belum sesuai dengan yang diharapkan, maka datanglah kegalauan yang engga tau mau diceritakan kesiapa, sehingga lepi (baca:laptop) menjadi sebuah pelampiasan kegalauan. maapin aku yaa tochi (nama lepi aku) 'afwan lepi... :D
Saat itu...masih banyak keluhku dan tidak adanya ketenangan dalam diri. biasa la... saat itu masih tahun 2 kuliah. masih labiiill~ asiikk.... emang skarang udah ga labih? entahlah :D
Awalnya agak gmn gt juga baca tulisan sendiri, tapi setelah dipikir lagi, tak apa kali ya di share dsni...
sah... kalian jangan bingung ya baca tulisan ini, cukup aku sahaja yang merasakan kebingunan ini saat itu :)
begini nih tulisannya...
(beberapa kalimat ada yang aku skip, karena ga layak tuk dibaca... :p )
teng tereng...terenngg....
(...)
Allah... Aku lelah...
Bantu aku tuk bangkit dari tidur panjang ketidak beresan proposal yang telah aku utarakan kepadaMu.
Aku terlalu pantas mendapatkan semua ini ya Allah.
Bahu ini tak begitu kuat menopang ujian dari Mu.
Yaa Rabbi...
Dan hati ini juga tak kokoh saat banyak kesedihan yang bertubi-tubi aku dapati.
ALLAH ... Aku hutuh Engkau wahai Pencipta,,,
Cinta kasih Mu yang hanya mampu membuat aku bisa bertahan hingga memaksakan untuk kuat seperti ini.
Rahmat dan kasih dari Mu yang membuatku kini tak memperdulikan hal-hal yang merendahkan penilaian orang tentangku.
Aku Cinta Engkau yaaa ALLAH..
Aku sayang Engkau Yaa Rabbi...
Dekaplah hati ini dan kokohkan yaa Allah...
Jadikan tiap goresan sejarah hidup ini sebagai batu loncatan dan sentruman energi SEMANGAT yang memancarkan dengan tegangan USAHA yang maksimal.
Dan semoga jiwa ini menjadi jiwa perindu surga hingga akhir menutup mata. Aaamiin
(...)
singkat emang, karena beberapa paragraf sudah aku skip...
dari tulisan itu, benang merah yang dapat aku tarik untuk kualitas hidup yang lebih baik adalah ... segala kepenatan tak kan pernah akan terasa jika niat dan segala kerja hanya untuk Allah semata.
"Jika kau cita adalah kesuksesan, maka teladani sikap hidup orang-orang sukses. Jika yang kau inginkan adalah kemuliaan, maka ikutilah cara hidup orang-orang yang nasibnya dimuliakan Tuhan."
(Ahmad Rifa'i Rif,an)
"Yaa Allah, mudahkan lah aku dalam berusaha, karena memudahkan setiap yang sukar merupakan sesuatu kemudahan bagi-Mu. Aku mohon kemudahan dan keselamatan di dunia dan akhirat."
(HR.Thabrani)
Sekian, dan terimakasih yaa sah udah berkenan tuk membaca tulisan ini :)
No comments:
Post a Comment