Ini tulisan, dibuat beberapa tahun laloe.
Udh ga ingat tahun berapa, males juga ngecek di laptop...
Udh lama lah pokoke nya
Ini nih,
Dibaca denga seksama yah :D
bismillah...
assalamu’alaikum wr wb
dimalam penuh bintang, didepan to-chi yang ku bentang.
Aku adalah manusia paling beruntung didunia. yang lahir dirahim seorang ibu terhebat sejagat raya. Agak lebai sih... tapi, emang seperti itulah adanya .
Ibu, malam ini bukanlah malam “hari ibu”
Bukan pula malam ulangtahunmu...
Juga bukan malam minggu :p
Disudut ruang tamu ini, dirumah kita, aku berusaha menghidupkan lepi yang (mungkin) udah lebih dr 10hr tdk aku nyalakan. Dengan penuh perjuangan aku mencari cokan yang cukup panjang untuk bisa memasang charger tochi, dan alhamdulillah aku berhasil, sehingga aku bisa menulis ini , bu...
#gagal fokus
Paraghraf diatas hanyalah suatu intermedzo sadja... agar pembaca ga keburu terharu dengan apa yang aku tuliskan nanti... hahaha PD amat gw yah :D siapin tisu dlu gih sah :p
Ibu... terimaksih atas segala cinta dan kasih sayang mu. Terimakasih atas segala limpahan perhatian tulus yang ibu berikan. Terimakasih atas kesabaran dan pengorbanan mu selama ini.. terimaksih untuk segala hal bu... sungguh, ucapan terimaksih ini tak akan sedikitpun dapat membalas semua jasa-jasamu.
Seorang lelaki sedang thawaf dengan menggendong ibunya, maka laki-laki itu bertanya kepada Rasulullah SAW , “Apakah dengan ini saya telah melaksanakan kewajiban saya kepadanya?”, Rasulullah SAW menjawab , “Tidak! Tidak sebanding dengan satu kali hentakan (saat melahirkan)!”. (HR.Al-Bazzar).
Sahabat... mari kita renungkan, bahkan dengan menggendong ibu dalam keadaan thawaf sekalipun kita takkan pernah mampu membalas jasa-jasanya. Tak kan ada budi yang dapat membalas cinta dan kasih seorang ibu. Dan jangan pernah berharap untuk dapat menandingi besarnya jasa ibu. Karena jasa-jasa ibu itu tidak akan pernah tertandingi.
Dimalam ini, sungguh menyayat perih hati ini ketika teringat bahwa masih ada sebagian teman-teman yang (mungkin) orang tuanya terkhusus ibunya telah tiada. Bahwa senyuman ibu tak dapat lagi terlihat didepan mata, saat dimana tak ada lagi belayan lembut dan bisikan nasihat indah yang terdengar ditelinga. Bagaimana mungkin aku sanggup yaa rabii... sungguh tak mampu aku bayangkan ketika hal itu terjadi padaku, hamba-Mu yang masih belum siap dalam keadaan seperti itu. Aku masih sangat membutuhkan mu, bu.
Allah ,,, jaga ibuku.. sayangi ia.. belai lembut dan dekapi segala do’anya. Ia telah merawatku dari kecil hingga besar ini dengan cintanya, menuntunku untuk mengenal-Mu, mendo’akan aku sehingga memberikan aku nama “Istiqamah” dengan penuh harap bahwa aku akan senantiasa istiqamah dalam menegakkan AgamaMu Yaa Rabb. Selamatkan ia dunia dan akhirat Yaa Allah . Beri aku kekuatan untuk senantiasa berbakti kepada ibu. Beri aku waktu yang cukup untuk bisa membahagiakannya demi ridho-Mu.
Sungguh, tadinya aku bingung untuk mengawali tulisan ku ini (apalagi mengakhirinya -__-“) Teramat banyak kebaikan-kebaikan mu bu yang tak bisa aku sebutkan satu persatu dalam tulisan ini bu. Cukuplah Allah, Rasul dan orang-orang beriman yang melihat semua ini bu.
Aku mencintai ibu, dan aku juga tau bahwa ibu sangat menyayangi aku .
Semoga Allah tidak hanya mengumpulkan kita di dunia yang fana ini bu, dunia yang sementara dan persingahan ini saja, tapi mengumpulkan kita bersama seluruh keluarga kita hingga ke Syurga Firdaus-Nya. Berkumpul bersama Rasulullah, istri, keluarga,sahabat2nya serta cita2 teringgi untuk berjumpa dan melihat wajah-Mu Yaa Rabbi. Allahuma AAMIIN
Friday, 16 October 2015
Tulisan tempoe doeloe
sah... aku pengen men-share tulisanku yang (ternyata) pernah aku tulis beberapa tahun lalu,tepatnya tahun 2012. (udah lama jugaa yaaah) -_-"
setelah aku baca ulang tulisanku itu, aku jadi ingat. tulisan itu aku buat saat lagi galau-galaunya... (cieee)
saat dimana (mungkin) aku (belum) sepenuhnya menggantungkan segala urusan ku pada-Nya (emang sekarang udh? muhasabah!!!) Aku rasa saat itu aku masih banyak mengharapkan pujian dari makhluk , merasa senang hati ketika puji itu terlontar dari teman, astaghfirullah... saat itu aku (mungkin) belum faham bahwa penilaian tertinggi hanyalah penilaian Allah. sehingga ketika harapan yang diinginkan belum tercapai, dan segala keinginaan belum sesuai dengan yang diharapkan, maka datanglah kegalauan yang engga tau mau diceritakan kesiapa, sehingga lepi (baca:laptop) menjadi sebuah pelampiasan kegalauan. maapin aku yaa tochi (nama lepi aku) 'afwan lepi... :D
Saat itu...masih banyak keluhku dan tidak adanya ketenangan dalam diri. biasa la... saat itu masih tahun 2 kuliah. masih labiiill~ asiikk.... emang skarang udah ga labih? entahlah :D
Awalnya agak gmn gt juga baca tulisan sendiri, tapi setelah dipikir lagi, tak apa kali ya di share dsni...
sah... kalian jangan bingung ya baca tulisan ini, cukup aku sahaja yang merasakan kebingunan ini saat itu :)
begini nih tulisannya...
(beberapa kalimat ada yang aku skip, karena ga layak tuk dibaca... :p )
teng tereng...terenngg....
(...)
Allah... Aku lelah...
Bantu aku tuk bangkit dari tidur panjang ketidak beresan proposal yang telah aku utarakan kepadaMu.
Aku terlalu pantas mendapatkan semua ini ya Allah.
Bahu ini tak begitu kuat menopang ujian dari Mu.
Yaa Rabbi...
Dan hati ini juga tak kokoh saat banyak kesedihan yang bertubi-tubi aku dapati.
ALLAH ... Aku hutuh Engkau wahai Pencipta,,,
Cinta kasih Mu yang hanya mampu membuat aku bisa bertahan hingga memaksakan untuk kuat seperti ini.
Rahmat dan kasih dari Mu yang membuatku kini tak memperdulikan hal-hal yang merendahkan penilaian orang tentangku.
Aku Cinta Engkau yaaa ALLAH..
Aku sayang Engkau Yaa Rabbi...
Dekaplah hati ini dan kokohkan yaa Allah...
Jadikan tiap goresan sejarah hidup ini sebagai batu loncatan dan sentruman energi SEMANGAT yang memancarkan dengan tegangan USAHA yang maksimal.
Dan semoga jiwa ini menjadi jiwa perindu surga hingga akhir menutup mata. Aaamiin
(...)
singkat emang, karena beberapa paragraf sudah aku skip...
dari tulisan itu, benang merah yang dapat aku tarik untuk kualitas hidup yang lebih baik adalah ... segala kepenatan tak kan pernah akan terasa jika niat dan segala kerja hanya untuk Allah semata.
"Jika kau cita adalah kesuksesan, maka teladani sikap hidup orang-orang sukses. Jika yang kau inginkan adalah kemuliaan, maka ikutilah cara hidup orang-orang yang nasibnya dimuliakan Tuhan."
(Ahmad Rifa'i Rif,an)
"Yaa Allah, mudahkan lah aku dalam berusaha, karena memudahkan setiap yang sukar merupakan sesuatu kemudahan bagi-Mu. Aku mohon kemudahan dan keselamatan di dunia dan akhirat."
(HR.Thabrani)
Sekian, dan terimakasih yaa sah udah berkenan tuk membaca tulisan ini :)
setelah aku baca ulang tulisanku itu, aku jadi ingat. tulisan itu aku buat saat lagi galau-galaunya... (cieee)
saat dimana (mungkin) aku (belum) sepenuhnya menggantungkan segala urusan ku pada-Nya (emang sekarang udh? muhasabah!!!) Aku rasa saat itu aku masih banyak mengharapkan pujian dari makhluk , merasa senang hati ketika puji itu terlontar dari teman, astaghfirullah... saat itu aku (mungkin) belum faham bahwa penilaian tertinggi hanyalah penilaian Allah. sehingga ketika harapan yang diinginkan belum tercapai, dan segala keinginaan belum sesuai dengan yang diharapkan, maka datanglah kegalauan yang engga tau mau diceritakan kesiapa, sehingga lepi (baca:laptop) menjadi sebuah pelampiasan kegalauan. maapin aku yaa tochi (nama lepi aku) 'afwan lepi... :D
Saat itu...masih banyak keluhku dan tidak adanya ketenangan dalam diri. biasa la... saat itu masih tahun 2 kuliah. masih labiiill~ asiikk.... emang skarang udah ga labih? entahlah :D
Awalnya agak gmn gt juga baca tulisan sendiri, tapi setelah dipikir lagi, tak apa kali ya di share dsni...
sah... kalian jangan bingung ya baca tulisan ini, cukup aku sahaja yang merasakan kebingunan ini saat itu :)
begini nih tulisannya...
(beberapa kalimat ada yang aku skip, karena ga layak tuk dibaca... :p )
teng tereng...terenngg....
(...)
Allah... Aku lelah...
Bantu aku tuk bangkit dari tidur panjang ketidak beresan proposal yang telah aku utarakan kepadaMu.
Aku terlalu pantas mendapatkan semua ini ya Allah.
Bahu ini tak begitu kuat menopang ujian dari Mu.
Yaa Rabbi...
Dan hati ini juga tak kokoh saat banyak kesedihan yang bertubi-tubi aku dapati.
ALLAH ... Aku hutuh Engkau wahai Pencipta,,,
Cinta kasih Mu yang hanya mampu membuat aku bisa bertahan hingga memaksakan untuk kuat seperti ini.
Rahmat dan kasih dari Mu yang membuatku kini tak memperdulikan hal-hal yang merendahkan penilaian orang tentangku.
Aku Cinta Engkau yaaa ALLAH..
Aku sayang Engkau Yaa Rabbi...
Dekaplah hati ini dan kokohkan yaa Allah...
Jadikan tiap goresan sejarah hidup ini sebagai batu loncatan dan sentruman energi SEMANGAT yang memancarkan dengan tegangan USAHA yang maksimal.
Dan semoga jiwa ini menjadi jiwa perindu surga hingga akhir menutup mata. Aaamiin
(...)
singkat emang, karena beberapa paragraf sudah aku skip...
dari tulisan itu, benang merah yang dapat aku tarik untuk kualitas hidup yang lebih baik adalah ... segala kepenatan tak kan pernah akan terasa jika niat dan segala kerja hanya untuk Allah semata.
"Jika kau cita adalah kesuksesan, maka teladani sikap hidup orang-orang sukses. Jika yang kau inginkan adalah kemuliaan, maka ikutilah cara hidup orang-orang yang nasibnya dimuliakan Tuhan."
(Ahmad Rifa'i Rif,an)
"Yaa Allah, mudahkan lah aku dalam berusaha, karena memudahkan setiap yang sukar merupakan sesuatu kemudahan bagi-Mu. Aku mohon kemudahan dan keselamatan di dunia dan akhirat."
(HR.Thabrani)
Sekian, dan terimakasih yaa sah udah berkenan tuk membaca tulisan ini :)
Subscribe to:
Comments (Atom)