Tuesday, 11 November 2014

sosok sederhana, yang membuatkku terpesona

ehem (batuk) . maklum,,, bulan ber-ber identik dengan "hujan" jadi batuk-batuk dikit itu biasa.... :D

setelah sekian lama ga nulis, kali ini aku pengen bercerita tentang salah satu sosok muslimah sederhana yang menginspirasiku ( dulu) hingga saat ini. :)

"ummi..." begitu lah aku dan manteman memangilnya . beliau merupakan the first murabbi kami.

berawal dari mabit ROHIS se Tanjungpinang di (markas kami) Masjid Mu'alimin SMA N 2 Tanjungpinang yang diadakan oleh Yayasan Gurindam Edukasia (YGE). Alhamdulillah... dari sanalah lingkaran itu bermula. bahagia sekali rasanya saat itu.. oke fine, kali ini bukan mabitnya yang akan aku ceritakan,, karna klo ga salah cerita indah tentang mabit sudah aku ulas di tulisan sebelumnya #fokus...fokus... helloow tau gak sih kali ini aku pengennn banget cerita tentang ummmi yang sekarang lagi jauuh disana (Jakarta) namun selalu dekat di hati :* assiikk... *kedip kedip ke manteman selingkaran (dulu).

ummi :)
sosok sederhana...
yang membuatku terpesona...

ok ook... sebenarnya aku bingung juga sih mau ceritanya dari mana dan ga tau cerita ini akhirnya gmn, tapi ya udah..kita ikuti aja tarian indah tangan di keypad ini yang mengikuti intruksi dari hati dan pikiran ini. *asiik. hehe :p                 

ummi... ummi tau ga sih ummi kalau kami (sangat) merindukan ummi...
rindu yang tak hanya sekedar kata loh ummi...
kadang kalo baca rabitoh... kebayang wajah ummi yang cantik itu, tak terasa disudut mata udah ngalir aja buliran-bulihan hangat...
entah kenapa... aku pun ga tau juga . (mungkin) ini yang namanya "cinta" karena Allah :) :) :)

pernah, saat itu... aku tak bisa membendung rindu itu mii... aku kirimkan pesan singkat via wa ke ummi... dan balasan dari ummi mampu membuat tangisku pecah (lebaiii dikit tak apa kan mi ) :D

ummi masih ingat ga yah,,, sampai saat ini pesan itu masih ada di hp ku :)

manteman mau tau ga?
"""  iyaaa... ""
mau tau ajja atau mau tau bangggeeet ? :p


gini nih
(check it out)



Aku : " mungkin, isti dan teman-teman dulu lupa berterimakasih ke ummi :) , bisa jadi Allah menitip hidayah ini melalui ummi,.. semoga saja , sekarang blm terlambat... terimakasih ya ummiii.... :*
masih teringat jelas ketulusan ummi mementoringi kami, dengan senyuman terindah yang ummi berikan, dan makanan yang selalu ada ummi sediakan, terkadang dipanas terik tak menyuruti langkah ummi untuk menghampiri kami di masjid sekolah, ummi sampaikan materi dari hati, ruhy ummi yang berbicara dengan segala penjelasan yang menyejukkan.
Rindu lingkaran itu, mi. lingkaran bersama teman-teman sekolah dimasa lalu, lingkaran yang menjadi awal dari lingkaran2 berikutnya, lingkaran yang penuh cerita cinta, semoga kelak bisa melingkar di syurga firdaus-Nya."
Uhibbukifillah , ummi :)


and then, tau ga siih balasan ummiii gimnanaa.. huaa.. ini nih ... yang bikin aku ga pernah bosan ngebacanya (sambil senyam-senyum sendiri) berulang kali :D


ummi : " wahh ummi jadi terharu... :'( :D sebenarnya ummilah yang harus berterimakasih pada isti dan teman-teman semua. krn berkat waktu dan kesediaan isti dkk u berkumpul ... menjadi ladang amal bagi ummi yang insyaAllah mudah-mudahan amalannya akan mengalir terus. Aamiin.. Sesungguhnya hidayah milik Allah... Allah yang telah memilih isti dkk u bertemu dgn ummi.... ummi juga teringat lucu2nya isti dkk saat datang pertama liqo... da surprise partynya... betapa ummi pun merasakan cinta ananda semua yang luar biasa. aamiin do'anya... semoga kita berkumpul di Jannah-Nya ... teruslah berjuang melanjutkan estafet dakwah ini... Dakwah butuh orang-orang ikhlas dan penuh cinta... :* ... wa uhibbukifillah... isti..


[seerr...menyejukkan sekali]
seperti merasakan hembusan angin dari syurga .

A : emang hembusan angin dari syurga kaya gimana? kaya gmn rasa sejukknya?
B : hhee... ndak tau juga si, :D tapi semoga dapat kita rasakan bersama di syurga-Nya diakhirat kelak. aamiin



dengan penuh kasih dan cinta karna-Nya.
(untuk kesekian kalinya) Uhibbukifillah, ummi :)

Mutarobbimu,
Padang, wisma MIPA (kamar 2) "Pelita Shalihah" , 19 Muharram 1436H

Sunday, 7 September 2014

terimakasih yang tak berhingga :)

Ayah, aku mencintaimu :) . Aku tak tahu harus memulainya dari mana . karena rangkaian kata tak kan pernah mampu menyampaikan  sejuta rasa yang ada. Kata hanya sebagai tanda bahwa kisah itu pernah ada. Namun, tak mengapa. Akan aku coba menyampaikan lebih dari sejuta asa yang kurasa. melalui kata sedehana, dengan penuh cinta dari ananda untuk ayahanda.

Ayah, aku mencintaimu :) . Anak gadismu kini sudah duduk dibangku kuliah, semester 7 yah :)  terimakasih atas segala do’a-do’a tulusmu. Hingga kini, aku telah dewasa (dewasa menurut definisi is sendiri yah, hehe)

Ayah, aku mencintaimu :) . Izinkan aku untuk sedikit mengenang  salah satu kisah indah tentang kita melalui rangkaian kata sederhana ini. kisah dimana aku harus tersenyum bahagia tuk membangkitkan ingatanku kembali. Karena ada cinta disetiap kisah kita. cinta suci yang kau torehkan dikenangan indah masa lalu ku. Subuh itu, disaat (mungkin) teman-teman seusiaku masih tertidur lelap dengan nyenyaknya, masih dibawah lembutnya selimut , masih sibuk bergelut dengan mimpi-mimpi indahnya.  Namun, aku terpaksa bangkit dalam indahnya mimpi tidurku, bangkit disaat dinginnya udara menusuk tajam tulang mungilku, bahkan bangkit tuk segera membuka mata dengan terpaksa, saat dimana aku harus berlari, berebut dengan abangku ke kamar mandi tuk berwudhu, dan berlomba untuk shalat subuh lebih awal dari abang, hanya karena mendengar suara motor ayah yang pulang dari masjid. Semua itu aku lakukan hanya karena kami tahu persis, manisnya rasa cubitan cinta mu dan karena kami cukup mengenal rasa hamparan ikat pinggangmu yang singah dengan runtun waktu yang singkat disepanjang permukaan kaki ku. Cukup manis rasanya yah, sungguh.. hingga kini kemanisan itu bisa ku rasa :)
  

Ayah, aku mencintaimu :) .kau adalah ayah terhebat didunia. Kau tak kan pernah jemu tuk membangunkan aku dan abang untuk menunaikan shalat subuh diawal waktu. Banyak sekali cara yang ayah lakukan agar anak-anakmu ini menunaikan perintah Rabb kita (diawal waktu). Mulai dari menyenandungkan lantunan indah surat cinta-Nya yang kau bacakan dikupingku, sepenggal ayat qur’an “...yaa bunayya..” yang kurang lebih artinya  “wahai anakku,... (tunaikan perintah Rabb-Mu)”. Ada juga saat dimana kau harus berpura-pura batuk dengan volume suara yang cukup besar, sebagai tanda kau menyuruh kami untuk bangun dan melaksanakan shalat, hingga kami harus terpontang panting berlari dan berwudhu dalam kondisi ngantuk :D haha... dulu, semua itu aku lakukan karena semata-mata takut padamu yah. Beneran! Hanya karena takut kepadamu. Kau adalah ayah terkiller, saat itu. Terimakasih ya yah :) ayah terkiller yang berhasil membuatku bangga menjadi anak perempuanmu. Ayah terkiller yang akan aku banggakan nanti dihadapan Rabbku.


Ayah, aku mencintaimu :) . Kini, aku sadar. Bahwa kau memberikan cinta dengan nuansa cinta yang berbeda. Cinta yang kau rangkai dengan segenap cara yang kau punya. Cinta yang tak hanya sekedar kata. Cinta yang tak luput dimakan usia. Cinta yang tak pernah terlupa hingga akhir menutup mata. Cinta yang terus kau tanam dan selalu kau jaga. Kau ajari kami untuk mencintai sang pemilik Cinta. Kau ajarkan kami bagaimana menjadi hamba-Nya yang taat, dan kau ajari kami tuk selalu berpegang kepada syari’at. Terimakasih, ayahku J


Terimakasih 1, ayahku :)
Terimakasih 2, ayahku :)
Terimakasih 3, ayahku :)
.
.
.
Terimakasih n, ayahku :)

 
Terimakasih yang tak berhingga untukmu, ayahku. 



Ayah, aku mencintaimu :)



Tuesday, 2 September 2014

Allah diatas segalanya

Sore itu, dikoridor fakultas kita, fakultas MIPA Universitas Andalas. Saat lantunan rintik hujan yang bersenandung. Mengiri langkah kaki aku, kau, kakak itu dan teman-temannya. Ada bait-baik hikmah yang dapat dipetik, ada banyak jutaan pesan tersirat yang dapat kita tangkap. Ada segenggam pelajaran hidup yang dapat dijadikan pedoman dihari depan. Dimana saja, kapan saja , dan dari siapa saja.

Sahabat... satu hal yang mesti kita ingat, bahwa..."Pertolongan terindah adalah pertolongan Allah." Pertolongan yang terkadang kita lupa untuk memintanya. Namun, dengan Cinta dan Kasing Sayang-Nya, Dia selalu ada untuk kita. Hanya saja kita acap kali lupa bahwa ada Allah diatas segalanya. 

Sahabat... lakukanlah segala hal sekuat semampu yang kita usahakan tuk bisa. Tak perlulah terlalu berlebihan tuk berharap uluran, bantuan, apalagi secuil rasa kasihan dari orang lain. Karena... ketika harapan kita tak sama seperti yang kita harapkan, ketika kita masih menyandarkan pertolongan orang lain diatas Sang Penolong yang Sejati... "maka sakitnya itu disini " :D

Pun.. ketika nasi yang dimasak sudah terlanjur menjadi bubur, dan paku yang telah tertancap dikayu... ketika dicabut akan meninggalkan bekas lubang yang tak bisa dikembalikan kebentuk kayu yang sebagaimana mestinya tadi.

... ya sudah lah~

"bukankah memaafkan itu lebih mulia ?"  :)

dan

"bukankah ikhlas itu amalan hati ?" :)

Sahabat...
Semoga Allah mematikan kita disaat kita sudah menerima hidayah secara total .


Friday, 15 August 2014

Dari banyak orang aku belajar

Dari banyak orang aku belajar
belajar bagaimana mengenal Tuhanku.
Dari banyak orang aku belajar
belajar bagaimana meneladani Rasulullah
Dari banyak orang aku belajar
belajar menjadi insan pembelajar
Dari banyak orang aku belajar
belajar tuk berdiri dan bangkit kembali

Dari banyak orang aku belajar
belajar bagaimana cara menghargai
menghargai disaat diri tak sanggup tuk berbagi
berbagi walau hanya senyuman mungil dipipi

Dari banyak orang aku belajar
belajar tuk tetap sabar menghadapi
menghadapi berbagai ujian yang menghampiri


Dari banyak orang aku belajar
belajar tersenyum disaat hati telah terlukai
belajar tersenyum disaat kata2 kasar menyemproti
belajar tersenyum disaat diri tak lagi dihargai
belajar tersenyum disaat keberadaan tak diakaui
belajar tersenyum disaat ...

Sah... malam ini aku ingin sedikit berbagi. Tentang hakikat belajar yang aku fahami. Bagiku, belajar tak kan pernah lekang oleh waktu, belajar pun tak kan terbatas oleh tempat dan dari orang tertentu. ketahuilah wahai sahabatku, bahwa kita bisa belajar dari mana saja. Dari manapun yang kita inginkan.

BELAJAR

tak selalu identik dengan pena dan kertas
tak selalu identik dengan pensil dan penghapus
tak selalu identik dengan meja dan kursi
tak selalu identik dengan murid dan guru
tak selalu identik dengan ...

Sahabatku... marilah kita sama-sama senantiasa belajar. Belajar tuk meningkatkan ruhy, belajar tuk mempunyai akhlak terpuji, belajar tuk mempunyai semangat yang selalu terpatri, belajar tuk perbaikan diri, belajar tuk melejitkan potensi diri, belajar tuk saling mengasihi, belajar tuk saling berbagi, belajar tuk rendah hati, belajar tuk saling mengerti, belajar tuk saling menghargai dan belajar tuk saling mencintai (karena ALLAH).

:)

karena penghalang kita tuk selalu belajar hanyalah sebuah kematian.







Thursday, 14 August 2014

Dakwah Muslimah hari ini

Menulis mengenai dakwah muslimah hari ini, tidak lah sesederhana seperti apa yang dibayangkan sah... Apalagi dalam mengapliasikannya. Kata dakwah pun tak sesederhana yang biasa dibicarakan. Dakwah merupakan perintah yang Allah berikan untuk seluruh umat manusia. menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar. Sudahlah merupakan kewajiban kita semua, apalagi untuk kita yang "katanya" Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Para pengemban amanah diberbagai wajihah.

Teringat akan rangkaian kalimat yang disebutkan dimasa sekolah dulu "Wanita adalah tiang negara, baik wanita akan baik lah negera, hancur wanita maka hancurlah negara." Sebegitunyalah pengaruh yang diberikan oleh sosok manusia yang disebut wanita. ketika wanita itu mampu memberdayakan hidupnya, maka akan dilahirkannya sosok manusia bermanfaat, yang dirindukan pada masanya. Dengan wanita-wanita yang tangguh tersebut pulalah tercetaknya generasi-generasi rabbani yang meneruslah risalah Rasul dengan menegakkan kalimat Allah diseluruh antero bumi.

Sering kali kita dengar, apa yang kita dapatkan adalah hasil dari masa yang lalu, dan seperti apa kita 5 tahun mendatang, dapat dilihiat dari apa yang sedang kita upayakan saat ini.kalimat tersebut sangatlah erat sekali kaitannya dengan muslimah hari ini. bagaimana generasi muslimah mendatang, adalah tanggung jawab kita semua untuk merumuskannya saat ini. generasi muslimah yang seperti apakah yang kita rindukan dimasa yang akan mendatang. karena peran wanita dalam dakwah muslimah sangatlah penting sekali. menurutku, dengan hadirnya dakwah muslimah dapat mewarnai sisi-sisi pada dakwah tersebut.

Ketika ditanya seberapa pentingkah dakwah muslimah diperjuangkan saat ini? jawabannya adalah sangat penting sekali. karena dengan adanya dakwah muslimah dapatkan menularkan akhlak baik, yaitu dengan dakwah fardhiyah, dengan memnularkan bibit kebaikan dan cara termudah adalah dengan cara mencontohkannya. sebagai contohnya, dapat kita lihat disekeliling kita, dilingkungan terdekat. kampus kta misalnya, bagaimana perjalanan kampus kita. kita kerucutkan lagi, bagaimana dengan sentuhan dakwah muslimah yang tertorehkan difakultas kita. pertanyaan tersebut dapat kita jawab sendiri dengan apa yang kita lihat sejauh ini, dan tugas besar bagi kita sebagai muslimah untuk mmenebarkan visi dakwah yang mulia tersebut.

Setiap zaman punya masanya masing-masing, dan setiap masa punya ceritanya masing-masing, dan setiap cerita tersebut punya caranya masing- masing pula. bagaimana menebarkan dakwah muslimah saat ini, tentu saja tergantung erat sekali dengan kondisi yang ada saat ini. Bersyukur kita, bahwa tugas besar kita tersebut dapat dijalankan dimasa-masa tidak lagi banyak halangan untuk kita bergerak. tidak ada alasan lagi untuk tidak berkarya. setidaknya kondisi kita lebih baik dari pada kondisi para pengemban dakwah kampus terdahulu, yang katanya untuk bergerak saja sulit, banyak halangan dan penerimaan dari lingkungan yang belum memndukung. Namun, kondisi kita saat ini, hanyalah tinggal meneruskan risalah tersebut, karena sudah tersedia wajihah yang sudah di akaui kekreadibilitasnya. Dikampus, duah ada forum kerohaniannya, di Fakultas MIPA sudah ada FSI. FSI tersebut sudah adanya Departemen Keputrian , disanalah  markasnya para muslimah untuk berlatih berkarya,berkreasi dan lebih dari pada itu.

Syuran jazakumullah kepada sahabat semua yang bersedia membaca tulisan sederhana ini. Dibalik tulisan sederhana ini terdapat harapan besar kepada setiap muslimah tuk dapat mewarnai dakwah muslimah hari ini dengan tidak ikut terwarnai, mampu membaur kepada setiap elemen objek dakwah dengan tidak meleburkan diri didalamnya. 

Diakhir tulisan ini, akan aku selipkan lyrik lagu terkait muslimah nan shalihah. Spesial untukmu sah ku sayang. Muslimah dambaan syurga,  Muslimah yang akan meraih kecantikan syurgawi yang membuat iri para bidadari syurga.


MUSLIMAH
by : Fitri Widjayanti

Wahai muslimah berbahagialah
kita telah dilahirkan-Nya dengan mulia
subhanallah Tuhan telah berkati surga itu ditelapak kaki ibu

oh muslimah
kau selalu menutup rapi
auratmu kau lindungi dengan indahnya

oh muslimah
kau rajin mengaji 
islam kau jadikan tuntunan sejati

oh muslimah
dekatkanlah diri selalu pada Illahi demi cinta-Nya
Insya Allah Tuhan kan memberikan kecantikan yang abadi
dalam Ridho-Nya

oh muslimah
kau selalu menutup rapi
auratmu kau lindungi dengan indahnya

oh muslimah
kau rajin mengaji 
islam kau jadikan tuntunan sejati


Saturday, 9 August 2014

sekilas tentang "Azzam"



Azzam ini ku kuatkan . kan ku kuatkan "azzam" ini . ku telusuri makna yang ada di labirin hati ini . gemuruh nan menggoncangkan pun ku layani . seolah tak teruraikan maksud hati . aku takut, takut dengan goresan perasaan ini . akupun menghilang , menghilang dihamparan perasaan yang melambung tinggi . ku pagari , ku batasi dan ku hijabi . ups,,, aku tersadar, ternyata aku terdampar di alunan mimpi yang tiada arti .
Perjalana panjang ini ,,,, menyinggung garis luruus di bawah alam sadar ku . ketidak semetrisan pun ku rasai , ku coba kan tripeltrouble nan tidak terhingga ini .dentuman keras yang digengari kuping mungil ini pun seakan tuli . menyibak keabstrakan hati yang seakan gersang tiada henti .

Aliran prasaan ini pun mengguncang difrekuensi tertinggi . nasyid maidani pun mengiringi . terus ku paksakan ,,, apa ? apa yang akan ku siapi di negri yang abadi . langkah ini mngayomi rintikan ujian disetiap rangkaian kehidupan . hujan badai berkombinasi bersama guntur seperti tak bersahabat malam ini . teriakan itu , bagai tak melihat rintihan hati ini. aku janji, dan janji ini kan terus bersama ku , seperti itulah aku, dan akan tau rajutan pelangi yang akan membersamai dibawah payung ukhuwah yang takkan per nah pudar.  Meski selalu diiring dengan silauan hamparan kegundhan yang akan kuatasi bersama  , aku dan mereka yang mngangkatku dengan sudi di tempat yang kusukai dan alunan itupun ku dengari dan kurasai . indah dan seakan tak ingin kupergi , nammun.. jauh kurasakan, hingaa dilimit nafas terakhir tak mampu bertoleransi dengan nuansa indah yang mewarnai . begitulah hidup, yang tiada terlihat ujung dari perjalanan ini. 

Monday, 5 May 2014

edisi lomba "Kartini Abad 21" :)



Tepat pada pukul 09.15 WIB
Treeeeng,,,treeenng
Bel tanda istirahat berbunyi...
“Baiklah anak-anak, waktu kita sudah habis, sampai berjumpa besok, dan jangan lupa mengerjakan tugas kelompok yang tadi ya!” kata Bu Ani mengakhiri mata pelajaran  Bahasa Indonesia pagi ini.
“Yaaaa bu...” jawab siswa-siswanya serentak.
Sebagian besar siswa beristirahat diluar kelas. Ani, Ami dan Ayi masih terduduk dibangku mereka masing-masing.
“Hmmm...” Ayi memulai pembicaraan
“Kenapa?” tanya Ami
“Aku bingung deh dengan tugas yang dikasih bu Ita tadi” jawab Ayi
“Iya nih, aku juga bingung yi” sambung Ami
“waduh... jangan bingung begitu. Tenang saja, aku sudah dapat ide untuk  tugas yang diberikan bu Ita tadi” sambung Ani
“Emang apa?” tanya Ayi dengan penuh penasaran
“Emang masih zaman ya membahas tentang tokoh bersejarah seperti itu?“ tambah Ami
“hmmm... mengenal para tokoh pendahulu tak pandang zaman, emang benar jika masa pengabdian mereka sudah selesai. Tokoh pejuang Indonesia saat ini juga sudah silih berganti. Kita mesti faham betul bahwa setiap zaman punya pemimpinnya, dan setiap kepemimpinannya punya sejarahnya masing-masing . Jika kita memahaminya, maka kita dapat memetik hikmahnya sebagai panduan untuk kita dikemudian hari. Nah... kita yang masih muda begini,mesti mengetahui tentang itu semua, yah... minimal tau cerita singkat tentang para pahlawan tanpa tanda jasa seperti itu” Ani menjelaskan dengan bijaknya.
Perlahan-lahan Ami dan Ayi menganggukkan kepala tanda setuju dangan penyampaian Ani.
“Kalau begitu, tokoh siapa yang akan kita presentasikan?” tanya Ayi
“Ibu Raden Ajeng Kartini “ jawab Ani dengan mantapnya
“Loh, kenapa harus ibu kartini?” tanya Ami
“Ibu Raden Ajeng Kartini kan orang besar. Tokoh sejarah” jawab Ani
“Iya sih, tapi aku belum mengetahui secara keseluruhan tentang beliau” Kata Ami
“Singkatnya.. Ibu Kartini kan sudah berjasa membangkitkan kaum perempuan di Indonesia supaya percaya diri. Jadi, itu poin penting yang akan kita sampaikan nanti didepan kelas ketika presentasi. Kita mesti faham bahwa ketika penyampaian nanti tidak hanya sekedar mendapatkan nilai plus saja, namun yang terpenting adalah menyampaikan pesan yang bermanfaat, baik itu untuk diri kita sendiri maupun kepada teman-teman agar kita bisa menjadi kartini-kartini di abad 21 ini yang nantinya berguna bagi  bangsa seperti Ibu Raden Ajeng Kartini.” Jawab Ani dengan lugas
“Wah... kalau begitu aku mau jadi Kartini di abad 21 ini” Ami berkata dengan semangat.
“Aku juga...aku juga” kata Ayi tidak mau ketinggalan.

Friday, 14 March 2014

istiqamah dalam dakwah

Istiqamah dalam dakwah. hmm... sahabatku yang cantik hatinya :)  apa si yang terlintas dipikiran tmen2 smua jika kata-kata "dakwah" terlontar dihadapan kita? Sah (baca:sahabat), seperti yang sama sama kita ketahui bahwa menapaki jalan dakwah, tidaklah semudah membalikkan kedua telapak tangan kita. Di dalamnya penuh jalan berliku. Bahkan berduri. Setiap saat, setiap waktu, dan kapan pun, siap menusuk yang melewatinya. Hanyalah, orang-orang yang hati-hati, disertai kesabaran, tegar, dan istiqamah, dapat meniti dengan selamat jalan terjal dakwah.

sahabat... Duri-duri dijalan dakwah ini biasa kita sebut dengan ujian, dan fitnah. Nah,sahabatku... ujian itu bermacam-macam pula bentuk dan jenisnya, ada berupa kemiskinan, musibah, teror, ancaman, intimidasi, bahkan siksaan dari orang kafir. Kesemuanya ini akan berpotensi membuat seseorang tergelincir, bahkan terjatuh dari jalan dakwah ini. Jika, tidak sabar dalam menghadapinya. Apabila, seorang aktivis dakwah terjatuh. Ia akan meninggalkan medan dakwah. Jalan yang penuh keutamaan, jalan yang dimuliakan Allah, jalan yang telah diwariskan Para Nabi kepada para umatnya. Semoga kita berada di dekat Nabi di Jannah-NYA nanti (Aamiin ^_^)

Begitu dahsyatnya jalan ini, jalan dakwah. Jalannya para nabi. Orang-orang yang berhasil dan selamat dalam menapaki jalan ini adalah orang-orang pilihan Allah. Sahabat, tak ada lagi waktu tuk hanya sekedar bemain dan bersantai ria. Saatnya berjuang tuk mengukir jejak kontribusi yang lebih dalam tuk membangun peradaban islami. 

Saat badai ujian datang menghampiri, saat kita tertatih-tatih dalam meniti jalan dakwah ini, saat keimanan menjadi taruhannya. Tetaplah disini sah,,, dijalan dakwah ini. jangan sekali-kali kita goyah, dan jangan pernah berfikir sedikitpun untuk mundur, karena jalan ini begitu indah tuk ditinggalkan. Tetaplah di jalan dakwah bersama Allah. Jadikanlah hidup-mati kita untuk Allah. 

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami adalah Allah’ lalu mereka istiqamah, maka tidak ada rasa takut atas mereka dan tidaklah mereka merasa sedih. Mereka itulah para penguhi surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (al-Ahqaf: 13-14)


Semoga kita tetap istiqamah dalam keimanan ya sah.. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang mampu berpegang teguh, dan menjaga keimanan dari banyaknya dan beratnya ujian yang datang menerpa silih berganti. Tetaplah kuat. Tetaplah kokoh dalam keistiqamahan iman.