Hujan dimalam hari membuat
kesenangan tersendiri dihati ini. Selain irama hujan yang memutarkan melodi
namun juga anginnya yang berhembus cukup membuat kesejukan yang senentiasa aku
nikmati. Barangkali, untuk sebagian orang akan membenci situasi seperti ini
karena dingin yang menembus hingga tulang dan sanubari. Ataupun ada yang
terbangun dari tidurnya dikarenakan dingin yang tak terbendung lagi. Tapi,
disini, disudut hati ini merasakan sesuatu yang berbeda. Ada kesenangan
tersendiri, setiap kehadirannnya dimalam hari. Yang ia hadir tak sendiri. Tapi
juga diiringi dengan angin yang setia menemani. (angin aja setia, masa kamu
engga #ehh).
Barangkali, aku hanya rindu.
Karena ia tak selalu hadir setiap hari. Sehingganya, setiap ia hadir aku akan
sangat senang sekali. Terkadang, jarak membuat rasa rindu itu semakin tumbuh.
Rindu untuk mencium aroma hujan. Kalian tahu kan gimana aroma hujan? Coba deh
jika ntar hujan turun. Berdo’alah, lalu, tutup matamu, tarik nafas, dan
hembuskan dengan perlahan. Kalian akan terlena dengan aromanya, dan kalian
tidak akan melakukan itu satu kali, tapi berulang kali, semakin dicium aroma
trsebut akan semakin jelas terasa. (coba deh, tapi klo ga kecium, jangan
salahkan aku ya, mungkin kamu nya belum beruntung, try again and never give up
gaeees )
Bagi kamu yang sering merasa
kesal dengan kehadiran hujan, apalagi dimalam hari. Yang biasa segala aktivitas
diluar rumah kita sudah selesai. Coba deh beristighfar. Mohon ampun sama Allah.
Tidak kah kamu tahu bahwa hujan adalah rahmat, dan salah satu waktu yang makbul
dalam berdo’a adalah ketika hujan turun? Nah, jadi buat kamu-kamu yang sering
mengumpat, cemberutan dan kadang mencaci maki karena hujan turun, berfikirlah
lebih jauh. Barangkali, air sumurmu tinggal sedikit atau sebagian makhluk Allah
yang lain sangat membutuhkan kehadiran air untuk keberlangsungan hidupnya.
Ambil saja hikmahnya. Tak
perlulah mencaci maki hujan yang kadang hanya dikarenakan baju yang banyak
terbentang dijemuran. Tak perlulah cemberutan hanya karena rencana mu
jalan-jalan bersama teman menjadi gagal. Bukankah ketika kanak-kanak dulu, kita
dengan gagah gembira berlarian diluar rumah menari-nari indah dibawah rintikan
dan derasnya hujan yang turun?
Tersenyumlah, ciumlah aromanya, nikmati melodinya,
dan jangan lupa perbanyak do’a ketika hujan turun. Oke gaeess, luv u all cos
Allah.
No comments:
Post a Comment