Monday, 2 January 2017

mencium aroma hujan





                Hujan dimalam hari membuat kesenangan tersendiri dihati ini. Selain irama hujan yang memutarkan melodi namun juga anginnya yang berhembus cukup membuat kesejukan yang senentiasa aku nikmati. Barangkali, untuk sebagian orang akan membenci situasi seperti ini karena dingin yang menembus hingga tulang dan sanubari. Ataupun ada yang terbangun dari tidurnya dikarenakan dingin yang tak terbendung lagi. Tapi, disini, disudut hati ini merasakan sesuatu yang berbeda. Ada kesenangan tersendiri, setiap kehadirannnya dimalam hari. Yang ia hadir tak sendiri. Tapi juga diiringi dengan angin yang setia menemani. (angin aja setia, masa kamu engga #ehh).

                Barangkali, aku hanya rindu. Karena ia tak selalu hadir setiap hari. Sehingganya, setiap ia hadir aku akan sangat senang sekali. Terkadang, jarak membuat rasa rindu itu semakin tumbuh. Rindu untuk mencium aroma hujan. Kalian tahu kan gimana aroma hujan? Coba deh jika ntar hujan turun. Berdo’alah, lalu, tutup matamu, tarik nafas, dan hembuskan dengan perlahan. Kalian akan terlena dengan aromanya, dan kalian tidak akan melakukan itu satu kali, tapi berulang kali, semakin dicium aroma trsebut akan semakin jelas terasa. (coba deh, tapi klo ga kecium, jangan salahkan aku ya, mungkin kamu nya belum beruntung, try again and never give up gaeees )

                Bagi kamu yang sering merasa kesal dengan kehadiran hujan, apalagi dimalam hari. Yang biasa segala aktivitas diluar rumah kita sudah selesai. Coba deh beristighfar. Mohon ampun sama Allah. Tidak kah kamu tahu bahwa hujan adalah rahmat, dan salah satu waktu yang makbul dalam berdo’a adalah ketika hujan turun? Nah, jadi buat kamu-kamu yang sering mengumpat, cemberutan dan kadang mencaci maki karena hujan turun, berfikirlah lebih jauh. Barangkali, air sumurmu tinggal sedikit atau sebagian makhluk Allah yang lain sangat membutuhkan kehadiran air untuk keberlangsungan hidupnya.

                Ambil saja hikmahnya. Tak perlulah mencaci maki hujan yang kadang hanya dikarenakan baju yang banyak terbentang dijemuran. Tak perlulah cemberutan hanya karena rencana mu jalan-jalan bersama teman menjadi gagal. Bukankah ketika kanak-kanak dulu, kita dengan gagah gembira berlarian diluar rumah menari-nari indah dibawah rintikan dan derasnya hujan yang turun?

                Tersenyumlah, ciumlah aromanya, nikmati melodinya, dan jangan lupa perbanyak do’a ketika hujan turun. Oke gaeess, luv u all cos Allah.




No comments:

Post a Comment