Monday, 5 May 2014

edisi lomba "Kartini Abad 21" :)



Tepat pada pukul 09.15 WIB
Treeeeng,,,treeenng
Bel tanda istirahat berbunyi...
“Baiklah anak-anak, waktu kita sudah habis, sampai berjumpa besok, dan jangan lupa mengerjakan tugas kelompok yang tadi ya!” kata Bu Ani mengakhiri mata pelajaran  Bahasa Indonesia pagi ini.
“Yaaaa bu...” jawab siswa-siswanya serentak.
Sebagian besar siswa beristirahat diluar kelas. Ani, Ami dan Ayi masih terduduk dibangku mereka masing-masing.
“Hmmm...” Ayi memulai pembicaraan
“Kenapa?” tanya Ami
“Aku bingung deh dengan tugas yang dikasih bu Ita tadi” jawab Ayi
“Iya nih, aku juga bingung yi” sambung Ami
“waduh... jangan bingung begitu. Tenang saja, aku sudah dapat ide untuk  tugas yang diberikan bu Ita tadi” sambung Ani
“Emang apa?” tanya Ayi dengan penuh penasaran
“Emang masih zaman ya membahas tentang tokoh bersejarah seperti itu?“ tambah Ami
“hmmm... mengenal para tokoh pendahulu tak pandang zaman, emang benar jika masa pengabdian mereka sudah selesai. Tokoh pejuang Indonesia saat ini juga sudah silih berganti. Kita mesti faham betul bahwa setiap zaman punya pemimpinnya, dan setiap kepemimpinannya punya sejarahnya masing-masing . Jika kita memahaminya, maka kita dapat memetik hikmahnya sebagai panduan untuk kita dikemudian hari. Nah... kita yang masih muda begini,mesti mengetahui tentang itu semua, yah... minimal tau cerita singkat tentang para pahlawan tanpa tanda jasa seperti itu” Ani menjelaskan dengan bijaknya.
Perlahan-lahan Ami dan Ayi menganggukkan kepala tanda setuju dangan penyampaian Ani.
“Kalau begitu, tokoh siapa yang akan kita presentasikan?” tanya Ayi
“Ibu Raden Ajeng Kartini “ jawab Ani dengan mantapnya
“Loh, kenapa harus ibu kartini?” tanya Ami
“Ibu Raden Ajeng Kartini kan orang besar. Tokoh sejarah” jawab Ani
“Iya sih, tapi aku belum mengetahui secara keseluruhan tentang beliau” Kata Ami
“Singkatnya.. Ibu Kartini kan sudah berjasa membangkitkan kaum perempuan di Indonesia supaya percaya diri. Jadi, itu poin penting yang akan kita sampaikan nanti didepan kelas ketika presentasi. Kita mesti faham bahwa ketika penyampaian nanti tidak hanya sekedar mendapatkan nilai plus saja, namun yang terpenting adalah menyampaikan pesan yang bermanfaat, baik itu untuk diri kita sendiri maupun kepada teman-teman agar kita bisa menjadi kartini-kartini di abad 21 ini yang nantinya berguna bagi  bangsa seperti Ibu Raden Ajeng Kartini.” Jawab Ani dengan lugas
“Wah... kalau begitu aku mau jadi Kartini di abad 21 ini” Ami berkata dengan semangat.
“Aku juga...aku juga” kata Ayi tidak mau ketinggalan.