Wednesday, 15 May 2013

Ketika Cinta memanggil~

Seruan itu terus dan terus terusan memanggil-manggil namaku. Menggelayuti disetiap desah nafas, dan terus mengiringi ku di setiap langkah. Seakan akan aku tenggelam dilautan seruan itu. Aku sadar, tahu betul malah, bahwa aku tak sehebat beliau (baca:Nabi Muhammad SAW) yang bisa menginfakkan sebagian besar bahkan seluruh waktunya,bahkan jiwanya dijalan ini. Menjadikan lelah sebagai penjemput RidhoNya. Rela berjuang demi ummat. Tapi, aku adalah ummatnya yang berusaha mencintainya dan akan senantiasa mencintainya, berusaha menghidupkan sunah-sunahnya... Setidaknya dengan meneruskan kerja Rasul seperti menyeru . Sudahlah merupakan kewajiban yang musti dan tidak boleh tidak aku dan kalian wahai sahabatku untuk tinggalkan. Kuatnya azzam ini ditekankan lagi ketika aku tahu bahwa Allah berfirman dalam QS.Ali-Imran  110 : 

 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” 

Dari tejemahan ayat tersebut semakinlah penambah azzam kita untuk menyeru. Bahwa kita, umat muslim adalah umat terbaik yang ada dimuka bumi. Maka dari itu, tidak ada lagi alasan untuk kita menghindar, mengelak bahkan acuh terhadap permasalah yang terjadi pada hari ini. Pantaskan diri kita wahai sahabatku, teruslah belajar dan mengajarkan, bina lah terus diri kita sembari membina. Persiapkan diri kita untuk bisa dididik dan didadak (siap dalam kondisi apapun). Sahabatku,   kita adalah generasi yang ditunggu-tunggu, generasi yang menjadi elemen penggerak yang nantinya bisa berkontribusi penuh dalam kejayaan islam. Meskipun, kita percaya, ada atau tidak adanya kita kejayaan islam itu akan ada, bahkan... cepat atau lambat sekalipun , kejayaan itu akan terealisasi.  Namun, tidak kah kita ingin menjadi bagian dari kejayaan islam itu sendiri? Teruslah bersama jamaah, karena hakikatnya.. Bersama itu jauh lebih baik dari pada sendirian. Satu hal yang musti kita ingat wahai sahabatku, Teruslah bersama KEBENARAN meskipun kita SENDIRIAN. 

Wallahu'alam  :)




No comments:

Post a Comment