Friday, 31 May 2013

Canda dan Tawa, Kala itu ....


Rintikan air mata ini, bagai gerimis yang tak diinginkan, cetar,,,menghantam dinding2 kelembutan hatiku, dia berseluncur di mata hatiku, menggelayuti disetiap pompaan darah dijantung ini. Membahana layaknya fartamorgana yang emang ada.n ku tatap tajam air wjah ni, sendu.tak terbit seburat senyum manis sedikitpun, .awalnya, hanya bergurau sahaja, taktaunya semakin menjadi-jadi, hati ini sedih. Dia tidak menginginkan cinta palsu itu, yang dia inginkan adalah rasa suci yang dijaga. Yang tak mudah diumbar kekiri,kanan, dan kepenjuru arah mana saja. Pilu, tatkala temanku lebih dulu diuji, ternyata rayuan maut ratu jin iprit itu mampu membablaskan kokohnya wall yang ada dihatinya, dan ... “ aku sedih  “ sungguh, Allah Maha Pembolah balikkan hati Manusia.
Saudariku, aku menyayangimu karena Allah .
Karena Cinta dan KasihNya yang mempertemukan kita disekolah itu , dibangunan Masjid yang Indah  , “Mu’alimin” . Markas besar yang sangat dirindu-rindukan,” saat itu”  bahkan hingga “detik ini”. Saat dimana kita menjemput seruan Rabbi Illahi, di tambah dengan berbagi cerita, sekedar canda dan tawa ... bahkan sebungkus nasi pun pernah kita makan bersama diatas coran tmpat wudhu’ , tepat dibawah bintang yang terang mlm itu . Ingatkah engkau wahai saudarikku , , , ? Kenangan itu begitu kuat tertancap diingatan ku. Saat itulah titik2 keberazaman kita untuk bersama-sama melintasi dan berjalan dijalan ini. Aku mencintaimu, karena itulah aku tak bosan untuk mengingatkanmu, dan aku sangat rindu ... saat dimana kamu pun menasihatiku, untuk masalah ini, maupun masalah itu, Saudariku .. Sungguh,
Aku Rindu ...








“Harapan itu masih ada”
tak kan pernah sedikitpun tebesit dibenak ini untuk menyerah dengan gelompang ujian hidup ini, meski ribuan onak dan duri menghalangi .  Ukhti .. mari kita benahi diri. Evaluasi amalan yaumi mesti tiada henti. Cukup kita jadikan Rabithoh sebagai pengikat hati . Yaa Rabbi ... Sampaikan sayang dan rindu ini .. untuknya, Saudariku.

Uhibbukifillah ukhti .  


Aku Mencintaimu Karena Allah .


Wednesday, 15 May 2013

Ketika Cinta memanggil~

Seruan itu terus dan terus terusan memanggil-manggil namaku. Menggelayuti disetiap desah nafas, dan terus mengiringi ku di setiap langkah. Seakan akan aku tenggelam dilautan seruan itu. Aku sadar, tahu betul malah, bahwa aku tak sehebat beliau (baca:Nabi Muhammad SAW) yang bisa menginfakkan sebagian besar bahkan seluruh waktunya,bahkan jiwanya dijalan ini. Menjadikan lelah sebagai penjemput RidhoNya. Rela berjuang demi ummat. Tapi, aku adalah ummatnya yang berusaha mencintainya dan akan senantiasa mencintainya, berusaha menghidupkan sunah-sunahnya... Setidaknya dengan meneruskan kerja Rasul seperti menyeru . Sudahlah merupakan kewajiban yang musti dan tidak boleh tidak aku dan kalian wahai sahabatku untuk tinggalkan. Kuatnya azzam ini ditekankan lagi ketika aku tahu bahwa Allah berfirman dalam QS.Ali-Imran  110 : 

 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” 

Dari tejemahan ayat tersebut semakinlah penambah azzam kita untuk menyeru. Bahwa kita, umat muslim adalah umat terbaik yang ada dimuka bumi. Maka dari itu, tidak ada lagi alasan untuk kita menghindar, mengelak bahkan acuh terhadap permasalah yang terjadi pada hari ini. Pantaskan diri kita wahai sahabatku, teruslah belajar dan mengajarkan, bina lah terus diri kita sembari membina. Persiapkan diri kita untuk bisa dididik dan didadak (siap dalam kondisi apapun). Sahabatku,   kita adalah generasi yang ditunggu-tunggu, generasi yang menjadi elemen penggerak yang nantinya bisa berkontribusi penuh dalam kejayaan islam. Meskipun, kita percaya, ada atau tidak adanya kita kejayaan islam itu akan ada, bahkan... cepat atau lambat sekalipun , kejayaan itu akan terealisasi.  Namun, tidak kah kita ingin menjadi bagian dari kejayaan islam itu sendiri? Teruslah bersama jamaah, karena hakikatnya.. Bersama itu jauh lebih baik dari pada sendirian. Satu hal yang musti kita ingat wahai sahabatku, Teruslah bersama KEBENARAN meskipun kita SENDIRIAN. 

Wallahu'alam  :)




Monday, 13 May 2013

Mari Menulis~



Bersyukur isti panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang hingga detik ini masih memberikan isti kesempatan untuk bisa hidup, bisa merasakan desahan nafas ini, bisa merasakan indahnya nikmat sehat dan yang terpenting adalah nikmat iman dan islam.

Salawat beriring salam isti do'akan kepada Allah semoga tersampaikan untuk manusia paripurna, yang berjuang untuk kemaslahatan ummat, sesosok murobbi yang merupakan murobbinya para murobbi, suri tauladan untuk ummat sedunia, yakni Nabi Muhammad SAW.

Malam ini, isti kuatkan azzam untuk memulainya. Tidak mudah memang, tapi beginilah garis indah kehidupan yang mesti isti lalui. Terbersit sedikit keraguan, namun,, angin semangat ini membisikkan sebuah motivasi dahsyat yang terus menggelayuti di kuping isti. Motivasi yang kuat dihati ini. Motivasi dalam rangka membina diri, baik itu dari hal kecil saat ini, hingga hal2 yang besar nanti. Aamiin.
Sahabat, malam ini begitu kelam,,,Kelam bak rembulan yang enggak muncul, seolah bersembunyi di tempatnya. Tahukah kalian wahai sahabat, malam ini listrik mati. Gelap . dan isti rasanya ini momentum sebagai pertanda bahwa isti musti mengakhiri tulisan ini.

Satu hal yang dapat dipetik hari ini, bahwa berlaku salah satu  hukum fisika. yang isti pelajari dibangku sekolah dulu, kurang lebih bunyinya seperti ini " suatu benda akan cendrung diam dan tidak berpindak posisi jika dan hanya jika Gaya yang diberikan = 0 ." (Kurang lebih seperti itu)  Begitu jugalah kita wahai sahabatku,Pilihan ada pada diri kita sendiri. Ingatlah ... bahwasanya Jika hari ini sama dengan hari kemarin maka kita adalah orang yang merugi, dan jika hari esok tidak lebih baik dari hari ini, maka kita termasuk orang yang celaka. Semoga kita tidak termasuk kedalam golongan tersebut yaa.. Aamiin


Allahu'alam ..

semoga tulisan sederhana yang amat sederhana ini dapat bermanfaat untuk sahabat semua,,
tetap semangat, Fastabiqul Khairat sah (baca:sahabat).