Thursday, 7 May 2015

love u coz Allah



Bismillah...




Sist n bro… kali ini aku akan menceritakan sosok lelaki yang jaraknya hanya 3 tahun dengan ku. Tinggal dengan aku lebih dari 20 tahun di atap rumah yang sama. Kalau berbicara tentang dunia pendidikan, kami Pernah berada di satu sekolah dasar yang sama , yaitu SDN 002 Tanjungpinang kota yang lokasinya tepat disamping masjid raya Al-hikmah. Setelah Sekolah Dasar itu, aku tak pernah berada disatu sekolah yang sama lagi dengan nya. Setelah tamat SD ia melanjutkan sekolahnya ke MTsN  dan MAN .setelah itu, ia mengikuti beberapa kali test masuk TNI AL yang sangat ia ingin kan namun Allah berkehendak lain dan tidak meluluskanya. Percayalah bahwa itu yang terbaik untuk mu abgku… Setelah itu, dengan usulan beberapa pihak akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya dengan  memilih jurusan pendidikan agama islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Tanjungpinang pada tahun 2008. Beliau ber-Latar belakang pendidikan Islam. Lelaki itu biasa aku panggil abang. Bertubuh langsing dan merupakan orang yang paling tinggi di rumahku.  Warna kulit juga ga jauh beda sama aku, meski tak jarang ia dibilang lebih (sedikit) putih dari ku. Lelaki itu bernama Muhammad saifullah. Abang satu-satunya didunia ini yang aku punya. Berasal dari ayah dan ibu yang sama. Tapi tak pernah satu orang pun yang bilang kami mirip. Karena kebanyakan orang bilang beliau (sedikit)mirip ibu (wajahnya) dan aku (banyak) mirip ayah. Allah Maha Adil Bukan? Okee lanjuuuut,,
Bro n sist pada tau ga dibalik semua perbedaan2 itu, kami juga punya beberapa kesamaan. Kalau kata ibu kami sama2 keras kepala. Xixixi… Kalo udah kelahi dan berbeda pendapat. Sama-sama gak ada yang mau mengalah. Haha.. “sama-sama”.

Sebagai seorang adik, beliau adalah abang yang baik bagi ku. Meski terkadang beliau juga pernah pernah sedikit menjengkelkan ketika apa yang aku harapkan tak sama dengan yang ia inginkan. Beliau orang yang penyayang meski tak jarang bikin hati tak senang, dan beliau tipe orang yang setia (seriusan). Setia bangeeet, kalo orang yang tahu abang ku pasti setuju dengan yang aku tulis ini. Ok next… berbicara tentang aktivitas yang ia geluti kini adalah menolong ayah dan ibu membuka toko di pasar. Selain itu juga punya ternah ayam ditanah belakang rumah yang Alhamdulillah sudah beranak-pinak ayam2nya :D Udah beberapa kali pemasaran juga, dan sekarang aku ga tau persis berapa jumlah induk,bapak, serta anak2 ayam yang ia miliki saat ini. Sukses yooo bro, ntar kalo modal nya udah balik dan sudah ada untung, kita jalan berdua (mumpung kita jomblo n jomblowati) dan traktir aku makan yaah ^_^. And… Saat ini menjadi seorang entrepreneur sukses (Aamiin) lebih ia minati ketimbang mendaftar menjadi PN*. Tak sama dengan kebanyakan orang diluaran sana (aku salah satunya) “mungkin” di kemudian hari, ketika pendaftaran PN* dibuka maka banyak sekali yang mendaftar. Sebagai adik yang baik #yihaa~ Awalnya aku sedikit mengomelinya  dalam rangka mengingatkan, ngasih saran dan masukan ke abg tersayang itu karena beliau ga mau ikut daftar, namun seiring berjalanannya waktu aku mengerti bahwa itu merupakan pilihannya,ia berhak menentukan, dan ia juga yang akan menjalani itu semua. Aku percaya bahwa ia telah memutuskan semua itu dengan penuh pertimbangan serta ada Allah juga menuntun cerita hidupnya. Aku hanya bisa men-support serta berdo’a untuk segala kebaikannya.

Barakallahu fii umurik my lovely brother. Allays wish the best for u.

Aku, ayah dan ibu tentunya sangat menyayangi n mencintaimu bang. Berharap kelak bg pul menjadi imam yang baik untuk istri dan anak2 mu bg J . aku tahu persis bahwa ayah dan ibu sangat mengharapkan bang pul tuk bisa memenuhi kewajiban lima waktu berjama’ah dimasjid bang. Lakukan lah itu selalu~ meski berat. Ada kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan ketika saat adzan bang pul langsung berwudhu’ dan berangkat ke masjid bersama ayah.
Shalih kan lah dirimu bg, karena dengan cara itu Allah juga akan men-shalihah-kan seorang wanita untuk mu

Jadilah laki-laki yang baik hingga bang pul juga pantas mendapatkan wanita yang baik pula.
Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan, tapi Allah memeberikan apa yang kita butuhkan bg pul.


                                                                             
                                                                                                                        Dengan segenap cinta,
                                                                                                              Adikmu :)