Bismillah...
Sist n bro… kali ini aku akan
menceritakan sosok lelaki yang jaraknya hanya 3 tahun dengan ku. Tinggal dengan
aku lebih dari 20 tahun di atap rumah yang sama. Kalau berbicara tentang dunia
pendidikan, kami Pernah berada di satu sekolah dasar yang sama , yaitu SDN 002
Tanjungpinang kota yang lokasinya tepat disamping masjid raya Al-hikmah. Setelah
Sekolah Dasar itu, aku tak pernah berada disatu sekolah yang sama lagi dengan
nya. Setelah tamat SD ia melanjutkan sekolahnya ke MTsN dan MAN .setelah itu, ia mengikuti beberapa
kali test masuk TNI AL yang sangat ia ingin kan namun Allah berkehendak lain
dan tidak meluluskanya. Percayalah bahwa itu yang terbaik untuk mu abgku…
Setelah itu, dengan usulan beberapa pihak akhirnya ia memutuskan untuk
melanjutkan sekolahnya dengan memilih
jurusan pendidikan agama islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Tanjungpinang pada
tahun 2008. Beliau ber-Latar belakang pendidikan Islam. Lelaki itu biasa aku
panggil abang. Bertubuh langsing dan merupakan orang yang paling tinggi di rumahku. Warna kulit juga ga jauh beda sama aku, meski
tak jarang ia dibilang lebih (sedikit) putih dari ku. Lelaki itu bernama
Muhammad saifullah. Abang satu-satunya didunia ini yang aku punya. Berasal dari
ayah dan ibu yang sama. Tapi tak pernah satu orang pun yang bilang kami mirip.
Karena kebanyakan orang bilang beliau (sedikit)mirip ibu (wajahnya) dan aku
(banyak) mirip ayah. Allah Maha Adil Bukan? Okee lanjuuuut,,
Bro n sist pada tau ga dibalik semua
perbedaan2 itu, kami juga punya beberapa kesamaan. Kalau kata ibu kami sama2
keras kepala. Xixixi… Kalo udah kelahi dan berbeda pendapat. Sama-sama gak ada
yang mau mengalah. Haha.. “sama-sama”.
Sebagai seorang adik, beliau adalah
abang yang baik bagi ku. Meski terkadang beliau juga pernah pernah sedikit menjengkelkan
ketika apa yang aku harapkan tak sama dengan yang ia inginkan. Beliau orang
yang penyayang meski tak jarang bikin hati tak senang, dan beliau tipe orang
yang setia (seriusan). Setia bangeeet, kalo orang yang tahu abang ku pasti
setuju dengan yang aku tulis ini. Ok next… berbicara tentang aktivitas yang ia
geluti kini adalah menolong ayah dan ibu membuka toko di pasar. Selain itu juga
punya ternah ayam ditanah belakang rumah yang Alhamdulillah sudah beranak-pinak ayam2nya :D Udah beberapa kali
pemasaran juga, dan sekarang aku ga tau persis berapa jumlah induk,bapak, serta
anak2 ayam yang ia miliki saat ini. Sukses yooo bro, ntar kalo modal nya udah
balik dan sudah ada untung, kita jalan berdua (mumpung kita jomblo n
jomblowati) dan traktir aku makan yaah ^_^. And… Saat ini menjadi seorang entrepreneur sukses (Aamiin) lebih ia
minati ketimbang mendaftar menjadi PN*. Tak sama dengan kebanyakan orang
diluaran sana (aku salah satunya) “mungkin” di kemudian hari, ketika
pendaftaran PN* dibuka maka banyak sekali yang mendaftar. Sebagai adik yang
baik #yihaa~ Awalnya aku sedikit mengomelinya dalam rangka mengingatkan, ngasih saran dan
masukan ke abg tersayang itu karena beliau ga mau ikut daftar, namun seiring
berjalanannya waktu aku mengerti bahwa itu merupakan pilihannya,ia berhak
menentukan, dan ia juga yang akan menjalani itu semua. Aku percaya bahwa ia
telah memutuskan semua itu dengan penuh pertimbangan serta ada Allah juga
menuntun cerita hidupnya. Aku hanya bisa men-support serta berdo’a untuk segala kebaikannya.
Barakallahu fii umurik my lovely
brother. Allays wish the best for u.
Aku, ayah dan ibu tentunya sangat
menyayangi n mencintaimu bang. Berharap kelak bg pul menjadi imam yang baik
untuk istri dan anak2 mu bg J . aku tahu persis bahwa
ayah dan ibu sangat mengharapkan bang pul tuk bisa memenuhi kewajiban lima
waktu berjama’ah dimasjid bang. Lakukan lah itu selalu~ meski berat. Ada
kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan ketika saat adzan bang pul langsung
berwudhu’ dan berangkat ke masjid bersama ayah.
Shalih kan lah dirimu bg, karena
dengan cara itu Allah juga akan men-shalihah-kan seorang wanita untuk mu.
Jadilah laki-laki yang baik hingga
bang pul juga pantas mendapatkan wanita yang baik pula.
Allah tidak memberikan apa yang kita
inginkan, tapi Allah memeberikan apa yang kita butuhkan bg pul.
Dengan
segenap cinta,
Adikmu :)