Assalamu’alaikum wr wb
sahabat, dikesempatan spesial ini aku akan post tenang surat cintaku kepada ibu. hari ini, dipenghujung tanggal 27 april 2015 (tahun masehi). Dari hati yang merindu, lubuk yang terdalam.

Ibu... hari ini, tepat 27 april 2015. Ini berarti bahwa usia
ibu genap 50 tahun kurang setahun. Yah...49 Tahun. “Barakallahu fii umurik ibu”.
Semoga dengan bertambahnya umur ibu, bertambah
pula amal kebaikan ibu. Ibu pernah dengar ga? Bahwasanya orang-orang
diluaran sana banyak yang bilang bu, kalau milad itu pertanda bahwa jatah hidup
kita didunia semakin berkurang. Tapi untuk kali ini, boleh ga ya kalau is tidak
sepakat dengan pernyataan itu. Karena is selalu berharap Allah memberikan ibu umur yang panjang dan Allah izinkan is membersamai ibu dalam waktu yang lama, dipersinggahan ini sebelum dikehidupan yang kekal nanti. Tahu kah ibu bahwa berada disamping ibu selalu itu adalah suatu kesyukuran yang teramat manis rasanya. (lebih manis dari gula dan madu, hehe)
Ibu, tak banyak yang bisa is berikan. Bahkan, ketika is
mampu memberikan sesuatu(pun) tak kan pernah cukup membalas semua yang ibu
berikan ke is. Tak kan pernah mampu is membalasnya bu. 9 bulan ibu mengandung ,
9 bulan itu pula lah isti berada di perut ibu. Ibu membawa kemana pun is pergi.
Bukan tidak berat, is yakin ibu kesusahan, tapi karena cintamu yang besar itu
menghilangkan keletihan yang menyapa. Tidk hanya itu, ibu juga merawat is, membesarkan is, menjaga dan melindungi is. Hingga kini, hampir 22 tahun umur is bu,
tapi is selalu ingin menjadi putri kecil ibu, yang selalu bermanja dengan mu.
Ibu, ibu besarkan is dengan kasih sayang dan segala cinta yang tiada henti.
Allah... terimakasih Engkau telah mengizinkan aku terlahir
dari rahim seorang ibu yang luar biasa.
Allah... terimakasih Engkau telah mempertemukan aku dengan malaikat tak bersayap di dunia ini.
Allah... terimakasih Engkau telah mempertemukan aku dengan malaikat tak bersayap di dunia ini.

Ibu... sudah hampir 4 tahun kita terpisahkan oleh jarak,
karna is kuliah di padang. Meskipun tiap semester is pulang dan menjumpai ibu,
tapi cuma sebentar,ga cukup menggantikan rindu yang telah membuncah berbulan2
itu. Ibu, maafkan karena kesibukan yang mungkin isti jadikan alasan sehingga
jarang menghubungi ibu, tapi sebaliknya, dikesibukan ibu juga , dikeletihan ibu
juga disana yang pergi pagi pan pulang sore dari pasar, menyelesaikan segala
urusan rumah, menyapu, mengepel lantai,
mencuci baju, mencuci piring, memasak belum lagi arisan kampung , arisan rumah, kondangan, dan agenda tak diduga lainnya yang banyak lagi... is yakin sekali ibu
lelah... entah berapa deras keringat yang mengalir dan membasahi baju serta
jilbabmu, tapi... tak pernah ibu jadikan alasan, nyatanya hampir setiap hari
ibu menelefon is, menanyakan kabar, sudah makan atau belum, makan pakai apa dan
sebagainya... hampir setiap hari. Bahkan terkadang hanya karena ibu ingin
mendengar suara is sebelum ibu tidur. ibu bela-belain menelefon yang terkadang tak is angkat karena tidak terdengar karena hp silent, hp is mati, ataupun is sudah tertidur. Ibu... betapa mulia dirimu bu. Semoga
ALLAH memuliakan ibu dan mengangkat derajat ibu disisi-Nya.
Ibu.. maafkan is yang sampai saat ini belum bisa
membahagiakan ibu. Bahkan malah sebaliknya, maafin is karena hanya menyusahkan
ibu. Ibu,,, maafin is karena belum bisa memberikan apa-apa untuk ibu, maafin is
karena belum bisa memberikan apapun untuk ibu. Maafin is kalau selama ini ada
kata yang tak sepatutnya is sampaikan hingga membuat ibu sedih dan lain
sebagainya bu... maaafin is bu. Maafin is bu...
Ibu...
Is janji akan memaksimalkan waktu kedepan ini untuk belajar lebih giat dan cerdas lagi, menghilangkan segala keluh kesah, mencampakkan segala kesukaran yang ada dan mengenyampingkan hal yang tak berguna dan fokus untuk menyelesaikan amanah dari mu ini.
Meski (tidak mudah)...
tapi akan is usahakan bu. Sehingga Atas izin Allah akan is selesaikan kuliah ini bu dengan yang cara dan jalan terbaik menurut-Nya.InsyaAllah setelah selesai, is akan langsung pulang ke Tanjungpinang dan membersamai Ayah dan ibu lagi disana. Kita kumpul lagi ya bu...
Is janji akan memaksimalkan waktu kedepan ini untuk belajar lebih giat dan cerdas lagi, menghilangkan segala keluh kesah, mencampakkan segala kesukaran yang ada dan mengenyampingkan hal yang tak berguna dan fokus untuk menyelesaikan amanah dari mu ini.
Meski (tidak mudah)...
tapi akan is usahakan bu. Sehingga Atas izin Allah akan is selesaikan kuliah ini bu dengan yang cara dan jalan terbaik menurut-Nya.InsyaAllah setelah selesai, is akan langsung pulang ke Tanjungpinang dan membersamai Ayah dan ibu lagi disana. Kita kumpul lagi ya bu...
Ibu... ibu tahu tidak? Ada banyak ibu terbaik didunia ini,
tapi bagi is ibu adalah ibu yang paling terbaik. Ibu, ibu tau tidak? Bahwa ibu
adalah orang yang paling sabar sedunia. isti belum pernah menjumpai orang yang
lebih sabar dari ibu selama is hidup ini. Ibu adalah orang yang pekerja keras,
gigih dan baik hati. Ibu,,, is masih ingat, entah itu liburan semester berapa
saat is mau berangkat kepadang paginya. Kurang dari jam 4 is tebangun, ternyata
ibu sudah lebih dulu bangun dan berada didapur,,,, is ga tau pesis jam berapa
ibu bangun, yang isti tahu bahwa malamnya is lebih dulu tidur dari ibu. Uhm...Apa
ibu tidak tidur karna ingin melihat is lebih lama, atau tidur ibu menjadi tidak
nyenyak karena memikirkan is, entahlah,,, yang pasti, is lihat dengan mata
kepala isbahwa ibu sedang menggoreng udang untuk aku bawa kepadang. Dipagi
buta, disaat raga-raga yang lain masih tertidur dengan lelapnya, yang masih
bercengkrama dengan mimpimya masing-masing. Bukankah itu lebih indah ibu,
tapi... kenapa ibu sudah terbangun dipagi itu? Ibu tahu ga... Saat itu,
sebenarnya kantuk is masih tersisa dimata ini, namun melihat semangat ibu, kantuk
itu menjadi hilang seketika, merasa kan betapa beruntungnya is dilahirkan oleh
seorang ibu yang hebat. Itu salah satu kisah yang tak kan terlupakan . dipagi
jauh sebelum waktu subuh itu.
Pernah juga saat diawal-awal is mau kuliah dipadang , ibu
tak pernah absen utuk tidak meneteskan air mata di pipi mu saat melepaskan is
pergi, di kapal. isti tak tau betapa sedih hati ibu, saat itu mungkin sampai
sekarang karena berpisah dengan anak perempuannya ini. is juga jadi teringat
bahwa saat is bersikeras untuk kuliah diluar kepri dan pengen ke bandung, tapi
ibu tak izinkan is, karena rasa khawatirmu sangat besar terhadap is, sehingga
ibu dengan berkaca-kaca melarang dan dengan berat hati mngizinkan is kuliah
dipadang dengan pertimbangan ada beberapa keluarga dikampung yang bisa melihat
is. is tahu, itu tidak mudah untuk ibu, melepaskan is pergi, bahkan ibu pernah
meminta untuk is tetap kuliah diTanjungpinang dan memilih jurusan apa saja,
meski swasta dan bayarnya mahal tapi ibu hanya ingin is dsana. Tapi isti
sebenarnya juga ga faham kenapa is seberani itu hingga tidakmenuruti apayang
ibu inginkan. Astaghfirullah... Maafin is bu... maafin is bu... maafin is bu...
Banyak lagi kisah dimana is sering menggoreskan luka dan
menambah kesedihan ibu ketika dengan terpaksa ibu menjemput is bersama maetek
untuk pulang padahal saat itu sedang ada perkemahan lomba pramuka tingkat II yang
is ikuti di hutan lindung itu, hanya karena sebelumnyais ga ada izin ke ayah
dan ibu khawatir kalau ayah akan marah, sehingga ditengah kegiatan berlangsung
ibu meminta izin kepada guru pramuka is untuk menjemput dan membawa aku pulang. uhmmm... meski dikemudian hari, pihak sekolah meminta agar ayah datang kesekolah dan menjumpai pihak sekolah, and finally, ayah izinkan is melanjutkan lomba pramuka itu dan berlanjut hingga tingkat nasional di jakarta, hiks,,, tak terlupakan bu. kisah -kisah itu begitu indah untuk dilupakan.
Ada lagi kisah dimana is sampai saat ini belum bisa berdamai dengan diri ini, kalo mengingat kisah dimana ibu menangis hanya karena is mengikuti kegiatan karate yang sebenarnya ayah tak mengizini is, kegiatan karate malam itu (ba'da isya' kalo ga salah). Tahukah ayah,ibu,,, Pada saat malam itu, adalah malam terpenting, bagaimana tidak,,, malam itu adalah malam kenaikan tingkat sabuk, kami diharuskan berjalan dari lapangan smp menuju RRI . bagaimana mungkin is tidak senekat itu, latihan yang is ikuti tiap minggunya, namun pada kenaikan tingkat is tidak mengikuti ceremonimya. itu penting bu (saat itu). tapi sangat disayangkan bahwa pada saat itu is belum begitu paham bahwa meminta izin terlebih dahulu dan menuruti apa yang ibu dan ayah sampaikan adalah hal yang lebih penting dan pada saat itu is belum mengerti urgensi dari birrul walidain. Sehingga karena rasa sayang ayah kepada is yang sangat bgitu besar dan is tidak mngtahuinya pada saat itu. Akhirnya, ketika ayah tahu, ayah memarahi ibu dan memperlakukan ibu dengan keras dan membuat ibu menangis, lagi-lagi itu karena kebandelan is dan kebodohan is saat itu yang tak pernah memikirkan gimana perasaan ibu. Betapa banyak sayatan kesedihan yang telah is goresi dihati ibu, betapa banyak dosa menggunung tinggi yang telah tercatat akan kedhaifan diri is ini bu. Betapa durhakanya is bu...
Kini, is tak peduli betapa menggiurkan keindahan dunia ini menghimbau bu. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana is bisa menjadi hamba Allah yang taat, hingga bisa sepenuhnya berbakti kepada ayah dan ibu. Is sadar betul bahwa ridho orangtua adalah ridho Allah. Is ingin sekali membahagiakan ibu, mengobati luka yang pernah is goreskan dihati ibu, menghilangkan bekasnya hingga tak terlihat lagi oleh mata hati ini. Ingin sekali saat ini is memeluk eret diri ibu,berpangku, bersandar dan bermanja dengan ibu. Rindu dengan genggaman erat ibu. Rindu bercerita tentang segala hal , hingga tak pernah ada sedikitpun yang is tutupi bu. Shalat jama'ah , sahur bareng , berbuka bersama. ah.. semakin diingat, semakin merindu. Tapi apalah daya, jarak memisahkan kita, waktu dekat juga tak pernah menjanjikan kita untuk bisa segera bertemu. Hanya Allah yang Maha Tahu, berpisah dan bertemu karena-Nya adalah suatu keniscayaan yang telah diaturnya. Karena seindah-indah rencana kita, maka lebih indah rencana Allah kan bu,
Ada lagi kisah dimana is sampai saat ini belum bisa berdamai dengan diri ini, kalo mengingat kisah dimana ibu menangis hanya karena is mengikuti kegiatan karate yang sebenarnya ayah tak mengizini is, kegiatan karate malam itu (ba'da isya' kalo ga salah). Tahukah ayah,ibu,,, Pada saat malam itu, adalah malam terpenting, bagaimana tidak,,, malam itu adalah malam kenaikan tingkat sabuk, kami diharuskan berjalan dari lapangan smp menuju RRI . bagaimana mungkin is tidak senekat itu, latihan yang is ikuti tiap minggunya, namun pada kenaikan tingkat is tidak mengikuti ceremonimya. itu penting bu (saat itu). tapi sangat disayangkan bahwa pada saat itu is belum begitu paham bahwa meminta izin terlebih dahulu dan menuruti apa yang ibu dan ayah sampaikan adalah hal yang lebih penting dan pada saat itu is belum mengerti urgensi dari birrul walidain. Sehingga karena rasa sayang ayah kepada is yang sangat bgitu besar dan is tidak mngtahuinya pada saat itu. Akhirnya, ketika ayah tahu, ayah memarahi ibu dan memperlakukan ibu dengan keras dan membuat ibu menangis, lagi-lagi itu karena kebandelan is dan kebodohan is saat itu yang tak pernah memikirkan gimana perasaan ibu. Betapa banyak sayatan kesedihan yang telah is goresi dihati ibu, betapa banyak dosa menggunung tinggi yang telah tercatat akan kedhaifan diri is ini bu. Betapa durhakanya is bu...
Kini, is tak peduli betapa menggiurkan keindahan dunia ini menghimbau bu. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana is bisa menjadi hamba Allah yang taat, hingga bisa sepenuhnya berbakti kepada ayah dan ibu. Is sadar betul bahwa ridho orangtua adalah ridho Allah. Is ingin sekali membahagiakan ibu, mengobati luka yang pernah is goreskan dihati ibu, menghilangkan bekasnya hingga tak terlihat lagi oleh mata hati ini. Ingin sekali saat ini is memeluk eret diri ibu,berpangku, bersandar dan bermanja dengan ibu. Rindu dengan genggaman erat ibu. Rindu bercerita tentang segala hal , hingga tak pernah ada sedikitpun yang is tutupi bu. Shalat jama'ah , sahur bareng , berbuka bersama. ah.. semakin diingat, semakin merindu. Tapi apalah daya, jarak memisahkan kita, waktu dekat juga tak pernah menjanjikan kita untuk bisa segera bertemu. Hanya Allah yang Maha Tahu, berpisah dan bertemu karena-Nya adalah suatu keniscayaan yang telah diaturnya. Karena seindah-indah rencana kita, maka lebih indah rencana Allah kan bu,
Ibu, ditanggal lahir ibu ini, maafin is jika sudah lancang
mengenang tentang kisah kita ini bu. Berharap dengan kisah-kisah itu, is dapat
mengintropeksi diri dan lebih sadar bahwa banyak dosa yang telah is buat dan
belum banyak yang bisa berikan kepada ibu.
Yaa Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Yang Maha Hidup,
Yang berdiri sendiri.
Aku berlindung kepada Rabb manusia .
Aku berlindung dari kekufuran dan kekafiran.
Wahai Engkau Raja Manusia, Sembahan manusia.
Aku memohon ampun kepadaMU,
Aku mengakui dosaku
oleh karena itu, ampunilah aku yaa Allah.
Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau Yaa Allah.
Aku berlindung kepadamu dari godaan syaitan yang terkutuk.
Yaa Allah, Engkau adalah pemberi keselamatan.
Tuhan Semesta Alam Yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Allah,,,
dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan,
panjangkanlah umur ibu, berkahi umurnya.
Yaa Allah, Engkaulah Yang Maha Membolak balikkan hati,
Tetapkan hatinya dalam agama Mu, jagalah Ibu dimanapun ibu berada Yaa Rabb.
Lindungilah ia dari kejahatan makhluk-makhlukMu, dari bisikan syaitan yang biasa tersembunyi, yang membisikkan kejahatan kedalam dada, dari jin dan manusia.
Allah, jagalah ia dengan penjagaan terbaik-Mu.
Selamatkah ibu dari fitnah dajjal, dari siksa kubur dan selamatkanlah ibu dari siksaan api neraka.
Allah,Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan, cabutlah nyawanya dalam keadaaan khusnul khatimah, saat hidayah sudah lengkap ia terima, disaat ibadah terbaiknya.
Allah masukkan ia kesyurga firdaus-Mu.
Allah setelah Engkau izinkan kami berkumpul didunia, maka izinkan pulalah aku berkumpul bersama ibu dan keluarga di syurga firdaus-Mu, menatap wajahMu, berada ditelaga Kautsar dan disuguhi minuman terbaik oleh Rasulullah.
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Yang Maha Hidup,
Yang berdiri sendiri.
Aku berlindung kepada Rabb manusia .
Aku berlindung dari kekufuran dan kekafiran.
Wahai Engkau Raja Manusia, Sembahan manusia.
Aku memohon ampun kepadaMU,
Aku mengakui dosaku
oleh karena itu, ampunilah aku yaa Allah.
Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau Yaa Allah.
Aku berlindung kepadamu dari godaan syaitan yang terkutuk.
Yaa Allah, Engkau adalah pemberi keselamatan.
Tuhan Semesta Alam Yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Allah,,,
dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan,
panjangkanlah umur ibu, berkahi umurnya.
Yaa Allah, Engkaulah Yang Maha Membolak balikkan hati,
Tetapkan hatinya dalam agama Mu, jagalah Ibu dimanapun ibu berada Yaa Rabb.
Lindungilah ia dari kejahatan makhluk-makhlukMu, dari bisikan syaitan yang biasa tersembunyi, yang membisikkan kejahatan kedalam dada, dari jin dan manusia.
Allah, jagalah ia dengan penjagaan terbaik-Mu.
Selamatkah ibu dari fitnah dajjal, dari siksa kubur dan selamatkanlah ibu dari siksaan api neraka.
Allah,Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan, cabutlah nyawanya dalam keadaaan khusnul khatimah, saat hidayah sudah lengkap ia terima, disaat ibadah terbaiknya.
Allah masukkan ia kesyurga firdaus-Mu.
Allah setelah Engkau izinkan kami berkumpul didunia, maka izinkan pulalah aku berkumpul bersama ibu dan keluarga di syurga firdaus-Mu, menatap wajahMu, berada ditelaga Kautsar dan disuguhi minuman terbaik oleh Rasulullah.
Aamiin

